Batu Bara Mengeliat, Harga Saham Emiten Tambang Terbang

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 August 2018 11:29
Batu Bara Mengeliat, Harga Saham Emiten Tambang Terbang
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga pukul 10.05 WIB cukup mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menguat. Tercatat indeks sudah menguat 0,28% ke level 6.081,86 poin dari penutupan perdagangan kemarin.

Sejalan dengan itu, saham-saham perusahaan pertambangan batu bara juga ikut terkerek naik.

Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sudah naik 1,93% ke Rp 4.320 per saham. Diikuti saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menanjak 0,83% pagi ini ke  Rp 242 per saham.


Diikuti kemudian oleh saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menguat 0,99% ke Rp 28.575 per saham. Lalu saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang terkerek naik 1,93% ke Rp 4.230 per saham.

Tak mengikuti tren seperti saham sejenis lainnya, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) justru terseret turun hingga 1% hingga harga Rp 19.800 per saham.

Penguatan dari saham-saham batu bara ini seiring dengan harga si batu hitam nampaknya mulai mendapatkan kekuatannya lagi, setelah turun tipis sebesar 0,09% di sepanjang pekan lalu. Bahkan, sebelumnya harga batu bara sempat melemah 7 hari berturut-turut, sebelum akhirnya pada penutupan perdagangan hari Jumat (24/08/2018) menguat 0,64%.

Sejumlah sentimen negatif memang menghantui harga batu bara di sepanjang pekan lalu, salah satunya datang dari kekhawatiran akan lesunya permintaan pasca musim panas berlalu. 

Sebelumnya, harga batu bara mendapatkan berkah dari gelombang panas yang menyapu Asia Utara dan Eropa. Akibatnya, energi listrik yang digunakan menyalakan pendingin ruangan pun memuncak, sehingga memicu melambungnya permintaan batu bara untuk pembangkit listrik.

Meski demikian, energi positif juga datang dari produksi batu baraChina yang mengalami penurunan sebesar 2% secara tahunan (year-on-year/YoY) ke angka 281,5 juta MT pada Juli 2018. Penyebabnya adalah inspeksi lingkungan yang dilakukan oleh Pemerintah China pada sejumlah sentra produksi batu bara, yang dimulai pada bulan Juni 2018 lalu. 

Akibatnya, impor batu bara Negeri Tirai Bambu pun masih tercatat cukup tinggi di bulan lalu. Mengutip data Reuters, impor batu bara China bulan lalu naik 14% secara bulanan (month-to-month/MtM) ke 29,01 juta ton, tertinggi dalam 4,5 tahun. 

Kemudian, angin segar juga datang dari India. Meski harga batu bara terus naik sejak Mei 2018, impor batu bara Negeri Bollywood masih tercatat kuat di bulan Agustus 2018 ini. Berdasarkan data pelabuhan dan vessel-tracking yang dikompilasi Thomson Reuters, total impor batu bara India diproyeksikan mencapai 17,7 juta ton di bulan ini. 



(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading