Pertamina Dapat 8 Blok Migas, Elnusa Ketiban Rezeki Rp 5,5 T

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
28 August 2018 17:03
Pertamina Dapat 8 Blok Migas, Elnusa Ketiban Rezeki Rp 5,5 T
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah telah memberikan delapan wilayah kerja (WK) terminasi kepada PT Pertamina (Persero). Dengan diberikannya delapan WK tersebut, maka akan memberikan kenaikan pendapatan PT Elnusa Tbk (ELSA) paling tidak di atas Rp 5,5 triliun di tahun ini yang akan menjadi kontraktor WK milik Pertamina tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama ELSA Tolingul Anwar kepada media ketika dijumpai dalam gelaran Investor Summit 2018, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Lebih lanjut, ia mengatakan, dari delapan WK terminasi tersebut, sebagai perusahaan penyedia jasa di bidang minyak dan gas bumi (migas) di bawah Pertamina, Elnusa akan berkonsolidasi antar anak perusahaan agar dapat saling melengkapi.


"Karena pada dasarnya blok-blok expire itu modelnya gross split. Nah, supaya bisa tinggi kinerja, diambil yang dari internal Pertamina dulu, kalau tidak bisa, baru ambil servis atau sumber daya dari luar," imbuh Tolingul.

Dengan begitu, lanjutnya, blok-blok yang akan beralih ke Pertamina tersebut pasti akan meningkatkan pendapatan perusahaan, yang diharapkan bisa di atas Rp 5,5 triliun untuk tahun ini. Ditambah, perusahaan tengah fokus untuk mengembangkan bisnis di wilayah offshore.

"Kami juga sedang persiapan untuk di Rokan, seluruh servis yang ada, termasuk dengan teknologi EOR (Enhance Oil Recovery) yang diperlukan," pungkas Tolingul. 

Adapun, sebelumnya, perusahaan tercatat mengalami penigkatan laba bersih signifikan hingga delapan kali lipat pada periode semester I-2018. Jumlah laba bersih pada periode tersebut tercatat Rp 127,66 miliar, jauh dibanding capaian periode serupa tahun lalu yang Rp 14,4 miliar.

Laba ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan perusahaan 46,46% menjadi Rp 2,91 triliun pada akhir Juni 2018 dibanding dengan akhir Juni 2017 yang sebesar Rp 1,99 triliun.

Peningkatan pendapatan ini paling besar disumbangkan oleh bisnis jasa distribusi dan logistik energi baik dari pihak berelasi dan pihak ketiga yang total sebesar Rp 1,63 triliun, atau setara dengan 56,07% dari total pendapatan perusahaan di periode tersebut. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading