Fokus Investor

Laba Elnusa Naik 8 Kali Lipat, Garuda Tekan Rugi 60%

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
31 July 2018 08:41
Laba Elnusa Naik 8 Kali Lipat, Garuda Tekan Rugi 60%
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan perdagangan sembilan emitennya lantaran tak memenuhi kewajibannya untuk menyampaikan laporan keuangan pada Maret lalu. Sementara itu, Juli hampir berakhir dan laporan keuangan emiten hampir semuanya dirilis.

Terdapat beberapa hal lainnya yang yang terjadi pada perdagangan hari Senin (30/7/2018) yang layak diperhatikan dan bisa menjadi pertimbangan investor. CNBC Indonesia merangkumnya untuk Anda sebagai berikut.

1. Harga Minyak Tinggi, Laba Elnusa Naik 8 Kali Lipat
PT Elnusa Tbk (ELSA) mengalami peningkatan laba bersih yang signifikan hingga delapan kali lipat pada semester I-2018 ini. Jumlah laba bersih pada periode tersebut tercatat Rp 127,66 miliar dibandingkan Rp 14,44 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.


Laba ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan perusahaan mencapai 46,46% menjadi Rp 2,91 triliun pada akhir Juni 2018 dibanding dengan akhir Juni 2017 yang sebesar Rp 1,99 triliun.


2. Laba Erajaya Semester I-2018 Capai Rp 453 M, Tumbuh 209%
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan laba bersih Rp 453,77 miliar sampai Juni 2018. Nilai tersebut meningkat 209,1% dibandingkan Juni 2017 yang mencapai Rp 146,8 miliar. Laba bersih tersebut diperoleh dari penjualan ERAA yang mencapai Rp 17,09 triliun, meningkat dibandingkan Juni 2017 yang sebesar Rp 11,05 triliun.


3. Penjualan Properti Lesu, Laba BSD Anjlok 80%
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pada kuartal II tercatat membukukan laba bersih Rp 409,22 miliar. Perolehan tersebut turun 79,64% dibandingkan Juni 2017 yang sebesar Rp 2,01 triliun akibat penurunan penjualan yang tercatat Rp 3,12 triliun atau turun 27,61% dari Rp 4,3 triliun pada Juni 2017.


4. Laba Humpuss Semester I-2018 Naik 151,7% Jadi Rp 105 M
PT Humpuss Intermoda Tranportasi Tbk (HITS) mencatatkan laba bersih yang melambung tinggi hingga 151,76% pada semester I-2018 menjadi US$7,53 juta (Rp 105,5 miliar) dari sebelumnya US$2,99 juta (Rp 41,9 miliar). Pada periode ini, perusahaan berhasil menggenjot pendapatannya menjadi US$ 36,16 juta (Rp 506,32 miliar). Naik dari US$ 34,81 juta (Rp 487,47 miliar) atau setara dengan 3,86% year-on-year.


5. Kisruh AISA, Dirut: Tak Ada Perubahan Direksi
Direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) menegaskan tak terjadi perubahan direksi dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (27/7) pekan lalu. Pasalnya direksi telah melakukan walk out sat RUPST tersebut berlangsung.


6. Pendapatan Operasional Naik, Garuda Tekan Rugi 60%
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencetak pendapatan operasional pada semester I-2018 sebesar US$1,9 miliar atau sekitar Rp 27,36 triliun (kurs Rp 14.400/US$). Pendapatan itu naik 5,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni US$1,8 miliar. Perusahaan bisa menekan kerugian hingga 60% menjadi hanya US$114 juta dari sebelumnya US$284 juta.


7. Laba APLN Terjun Bebas 91,12%, Semester I Hanya Rp 61,80 M
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengalami penurunan laba bersih yang signifikan pada periode enam bulan pertama tahun ini sampai 91,12%. Perolehan laba perseroan pada periode tersebut hanya Rp 61,80 miliar jika dibandingkan dengan laba bersih di periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 696,03 miliar. Hingga akhir Juni 2018 perusahaan mengantongi pendapatan sebesar Rp 2,49 triliun, turun 38,20% dibanding dengan akhir Juni 2017 lalu yang sebesar Rp 3,93 triliun.


8. Laba Bersih Bank Maybank Turun 6,58% ke Rp 932,7 Miliar
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatat laba bersih perseroan pada Juni 2018 sebesar Rp 932,7 miliar, atau turun 6,58% dibandingkan dengan Rp 998,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.


9. Rugi Induk Usaha Bakrie Bengkak 165% Jadi Rp 1,06 T
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat rugi bersih perseroan pada kuartal II sebesar Rp 1,06 triliun, kerugian ini membengkak 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 400,14 miliar. Pendapatan perseroan pada periode yang sama naik menjadi Rp 1,59 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,14 triliun. Perseroan tercatat mengalami kerugian valas yang mencapai Rp 500,52 miliar, menigkat dibandingkan tahun lalu yang sempat untuk dari selisih kurs Rp 69,48 miliar. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading