Kisruh AISA, Ratusan Investor Desak OJK Cepat Turun Tangan

Market - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia 26 August 2018 13:37
Kisruh AISA, Ratusan Investor Desak OJK Cepat Turun Tangan
Jakarta, CNBC Indonesia- Kesal akibat kekisruhan yang tak tuntas di PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) membuat para investor retailnya mulai bergerak untuk menyelesaikan.

Para investor produsen snack Taro ini, membentuk Forum Investor Retail AISA (FORSA), dan mencatat sudah sebanyak 320 orang bergabung di forum ini lewat media telegram dan whats app.

"Kekisruhan sengketa kekuasaan atas siapa yang berhak menjadi pengurus sementara atas hasil RUPST, menimbulkan banyaknya KETIDAKPASTIAN dan KERESAHAN para stakeholder perseroan AISA yaitu Karyawan, Supplier, Bank, Bondholder dan Shareholder, termasuk didalamnya Investor Retail AISA. Dari kondisi dan situasi ketidakpastian dan keperihatinan, lahirlah FORSA," tulis perwakilan investor dalam siaran persnya, Minggu, (26/8/2018).




Forum menilai carut‐marut perseroan AISA, antara managemen Direksi yang juga Pemegang Saham Pendiri dengan Komisaris perseroan AISA tidak terlepas atas multitafsir dari masing‐masing pihak dalam ringkasan risalah rapat RUPST 27 Juli 2018 yang dibuat oleh Notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn dengan Nomor: 028/KET‐N/VII/2018 terutama berkaitan Agenda RUPST Kedua dan Keempat.

Menurut mereka, ketidakpastian ini sebenarnya bisa diatasi jika Otoritas Jasa Keuangan bergerak cepat. "Ketidakpastian dan Kisruh perseroan AISA terjadi atas sumbangsih OJK (otoritas jasa keuangan) yang lambat merespon persoalan di tubuh perseroan AISA", tutur perwakilan FORSA.
Untuk itu, 320 investor ini pun mendesak OJK untuk cepat menindaklanjuti kekisruhan AISA dan menjalankan perannya sebagai pengawas pasar modal. Adapun yang diminta untuk dituntaskan adalah;

1. Telah terjadi Transaksi Affiliasi & Benturan Kepentingan pada Piutang Usaha Persero, serta Transaksi Material sebesar 2,6T. "Jika piutang usaha ini bisa dicairkan segera maka selesailah salah satu Prahara di AISA" imbuh salah satu perwakilan FORSA 


2. Piutang Usaha yang termasuk dalam Transaksi Affiliasi dan Benturan Kepentingan ini dinyatakan oleh Kantor Akuntan atas Laporan Audit sebagai PIUTANG USAHA PIHAK KETIGA. Informasi ini sangat menyesatkan para investor, terutama Investor Retail. 


3. Salah satu Hasil Risalah RUPST, menolak Agenda Rapat Kedua, tetapi catatan Notaris memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Dalam waktu dekat ini, setelah semua bukti‐bukti di verifikasi, Perwakilan FORSA berencana membuat laporan ke OJK. dan roadshow hearing ke Dewan Komisaris dan dewan Direksi. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading