Analisis Teknikal

Kurang Tenaga, IHSG Tak Mampu Tembus Level Psikologis 6.000

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
24 August 2018 17:50
Kurang Tenaga, IHSG Tak Mampu Tembus Level Psikologis 6.000
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal menembus level psikologis 6.000 setelah terjadi reli kenaikan 3 hari berturut-turut akibat sentimen negatif dari global. Akhirnya, IHSG ditutup turun 14 poin (-0,23%) ke 5.968.

Sektor konsumer yang melemah 0,8% mendorong IHSG tutup di zona negatif. Cenderung dikuasai para penjual saham (seller), IHSG ditutup dengan pelemahan dan membentuk pola lilin hitam pendek (short black candle) karena perdagangan berlangsung sempit antara 5.949 hingga 5.993.

Penurunan hari ini sudah terlihat ketika indeks dibuka dengan pelemahan (gap down) sebanyak 7 poin (-0,13%) kemudian melajutkan pergerakan pada zona negatif dengan level terendahnya pukul 10:47 ke level 5.949 (-0,56%).


Sentimen negatif dari dinamika perekonomian global masih menjadi penyebab penurunan indeks, seperti pengenaan tarif mobil Uni Eropa oleh Amerika Serikat (AS) sebesar 25%. China juga secara resmi menerapkan tarif impor balasan senilai US$16 miliar (Rp 234 triliun) atas barang-barang dari AS.

Akibatnya, pada sesi I IHSG ditutup melemah 0,33% (-19 poin) ke 5.963. Nilai transaksi cukup kecil hanya Rp 2,8 triliun dengan pembelian bersih (net buy) investor asing sebesar Rp 56 miliar di pasar reguler.
Gagal Menguat, IHSG Batal Tembus Level Psikologis 6.000Sumber: Reuters
Memasuki sesi II, IHSG melanjutkan pelemahan dengan level terendahnya terjadi pada penghujung penutupan perdagangan pukul 15:50 WIB di level 5.949 (-0,56%). Kemudian, indeks berhasil menguat dan terangkat 19 poin pada sesi pasca penutupan (after market).

Investor asing cenderung menunggu dan mencermati (wait and see) dengan hanya membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 94,97 miliar di pasar regular, menyusul pelemahan nilai tukar rupiah.

Hingga pukul 16:00 WIB hari ini Jumat (24/8/2018), US$ 1 ditutup di Rp 14.637 pada perdagangan pasar spot. Angka itu mencerminkan pelemahan rupiah sebesar 0,08% terhadap posisi kemarin.


TIM RISET CNBC INDONESIA

(ags/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading