Bisakah Saham SRTG Kembali ke Level Rp 5.600?

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
10 August 2018 11:45
Bagaimana peluang harga saham SRTG kembali ke titik tertingginya di level Rp 5.600/saham?
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menjadi saham yang ramai ditransaksikan dalam 2 hari terakhir, seiring dengan pencalonan salah satu pemiliknya yakni Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden 2019.

Mengutip Reuters, saat ini Sandiaga memiliki 27,8% dari total saham beredar SRTG atau sebanyak 754,12 juta saham.

Pada hari ini, harga saham SRTG naik sebesar 2,43% ke level Rp 3.800/saham. Volume transaksi saham SRTG telah mencapai 123.000 unit. Padahal, rata-rata volume transaksi harian saham SRTG hanya sebanyak 27.839 unit.


Sebagai informasi, SRTG sendiri merupakan investment holding company yang memiliki fokus pada 3 sektor: konsumsi, infrastruktur, dan sumber daya alam. Beberapa portfolio perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah: PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Provident Agro Tbk (PALM), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

Sebelumnya, tim riset CNBC Indonesia menghitung bahwa jika harga saham SRTG kembali ke titik tertingginya yang diraih pada 8 September 2014 yakni sebesar Rp 5.600/saham, maka kekayaan Sandiaga dari kepemilikannya atas saham SRTG akan melesat sebesar Rp 1,45 triliun jika dibandingkan dengan posisi 8 Agustus kemarin (dari sekitar Rp 2,78 triliun menjadi sekitar Rp 4,22 triliun).

Pertanyaannya adalah, bisakah saham SRTG kembali ke level tersebut?

Kemungkinan hal tersebut untuk terjadi bisa dibilang sangat besar. Pasalnya, kinerja dari perusahaan saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2014 silam. Mengutip Reuters, pada tahun 2014 total pendapatan perusahaan adalah sebesar Rp 6,12 triliun, jauh lebih tinggi jika dibandingkan capaian tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 3,84 triliun.

Namun, jika dilihat dari sisi bottom line alias laba bersih, capaian tahun 2017 jauh mengungguli capaian tahun 2014. Pada tahun 2014, laba bersih perusahaan tercatat hanya sebesar Rp 624,7 miliar. Sementara pada tahun 2017, laba bersih perusahaan mencapai Rp 3,23 triliun.

Harga saham perusahaan yang saat ini jauh lebih rendah dibandingkan posisi tahun 2014 menunjukkan masih rendahnya apresiasi dari investor terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Jadi, peluang harga saham SRTG kembali ke level Rp 5.600/saham dan menambah pundi-pundi kekayaan Sandiaga Uno sangatlah besar. Apalagi, saat ini ada dorongan beli dari pencalonan Sandiaga sebagai cawapres.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading