Ketika Bank Jepang Kuasai Danamon dan BTPN

Market - Gita Rossiana, CNBC Indonesia 06 August 2018 16:40
Ketika Bank Jepang Kuasai Danamon dan BTPN
Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan lalu, dua bank beraset di atas Rp 80 triliun memiliki pemegang saham pengendali yang berasal dari Jepang. Kedua bank tersebut adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ (MUFG) menjadi pemegang saham pengendali setelah mengakuisisi 40% saham Bank Danamon. Transaksi ini dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama, terjadi pada Desember 2017, dimana MUFG mengambil 19,9% saham Danamon di harga Rp 8.323 per saham atau setara Rp 15,875 triliun. Saham yang diakuisisi adalah milik Asia Financial Pte Ltd yang merupakan entitas terafiliasi dengan Temasek Holdings.


Tahap kedua terjadi pekan lalu dimana MUFG kembali membeli 20,1% saham Danamon pada harga Rp 8.921 per saham atau setara Rp 16,3 triliun. Artinya, MUFG mengelontorkan dana Rp 32,18 triliun.

Dampak dari peningkatan kepemilikan ini, MUFG memiliki tugas untuk menggabungkan (merger) Bank Danamon dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP). OJK memberikan waktu untuk aksi korporasi ini selama satu tahun.

Sumitomo Mitsui Financial Group Inc masuk (SMFG) ke BTPN sejak 2013 silam. Pada 2015 SMFG memiliki 20% saham BTPN dengan total nilai Rp 5,92 triliun. Saham yang beli adalah milik TPG Nusantara Sarl.

SMFG akan memiliki lebih dari 40% saham BTPN setelah mengumumkan rencana merger dengan Sumitomo Indonesia menggelar tender offer. KJPP JKR menetapan 100% saham BTPN memiliki nilai pasar wajar Rp 24,62 triliun. Bila dibagi atas seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh yang mencapai 5,84 miliar, maka harga saham BTPN atas penilaian KJPP setara dengan Rp 4.214 per saham.

Harga itu lebih rendah dengan nilai akuisisi Sumitomo Mitsui Bank Corporation (SMBC) terhadap BTPN pada 2013 lalu yang mencapai Rp 6.500 per lembar. Nilai pasar wajar tersebut juga sedikit lebih rendah dengan harga penawaran pembelian saham (tender offer) dari pemegang saham minoritas yang ditetapkan Rp 4.282 per lembar.

Pengumuman dua aksi korporasi, menambah deretan bank domestik yang dimiliki investor asing. Sebelum ada Mizuho Financial.Group juga memiliki saham mayoritas dari PT Bank Mizuho Indonesia sebanyak 99%. Kemudian J Trust Co yang memiliki 96,18% saham dari PT Bank J Trust Indonesia Tbk. 


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading