Mampukah Pelonggaran Uang Muka Genjot Kredit Properti?

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
12 July 2018 15:12
Mampukah Pelonggaran Uang Muka Genjot Kredit Properti?
Jakarta, CNBC Indonesia - Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan rasio kredit pemilikan rumah (KPR) kepada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terbilang rendah dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Jika dibandingkan negara lain, rasio KPR Indonesia terhadap PDB hanya 2,9% dibandingkan dengan Filipina dengan rasio 3,87% atau Thailand 22,3%.

Filianingsih menambahkan, kebijakan pelonggaran loan-to-value (LTV) oleh Bank Indonesia (BI) dinilai mampu menumbuhkan potensi pertumbuhan kredit properti di Indonesia terutama peningkatan rasio KPR kepada PDB Indonesia.


"Kami melihat bahwa pelonggaran LTV ini bauran kebijakan BI untuk mendorong pertumbuhan melalui pertumbuhan kredit properti karena masih memiliki potensi," ujar Fili dalam acara Mortgage Forum, di Shangri-La Hotel, Kamis (12/7/18).

Setidaknya ada beberapa alasan yang membuat potensi pertumbuhan kredit properti di Indonesia meningkat, pertama yaitu ketersediaan (supply) serta demand (permintaan) yang cukup tinggi hingga kemampuan debitur yang masih cukup baik.

"Resiko Non Performing Loan (NPL/kredit bermasalah) masih terjaga dengan baik oleh karena itu dengan pertimbangan faktor tersebut maka LTV ini akan memberikan efek berganda yang sangat besar," tambah Filianingsih.

Selain itu, dirinya menambahkan bahwa pembiayaan sektor properti yang terus meningkat hingga saat ini menjadi faktor pendorong lainnya dalam menumbuhkan industri tersebut.

Data terakhir, total pembiayaan sektor properti mencapai Rp  840,3 triliun yang terdiri dari pembiayaan dalam negeri sebesar Rp 741 triliun (88,3%) serta luar negeri sebesar Rp 80 triliun (9,6%) serta sisanya berasal dari surat berharga dalam negeri.

"Paska implementasi 2016 kredit mulai tumbuh meski gak secepat yang diharapkan, kredit meningkat dari sebelum Agustus kredit 6,84% saat ini Mei 2018 udah 10,26% Kalau dibreakdown pertumbuhannya dari 6,21% jadi 12,75%," ungkap Fili.
 

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading