Ulasan Teknikal

Jalan IHSG Mencetak Penguatan Hari Keempat Kian Terjal

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
12 July 2018 08:34
Jalan IHSG Mencetak Penguatan Hari Keempat Kian Terjal
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menghadapi tekanan pada hari ini sehingga mempersulit upayanya mencetak penguatan pada hari keempat, setelah kemarin ditutup dengan membentuk pola pin bar lilin putih pendek (short white candle).

Pola tersebut merupakan sinyal bullish meski bersifat lemah. Mengacu pada indikator teknikal, kenaikan tersebut terbuka setelah kemarin IHSG menunjukan pembeli (buyer) lebih perkasa dari pada penjual (seller) dalam rentang harga yang sempit pada level 5.829 hingga 5.888.

Mengacu pada indikator moving average (MA), IHSG mulai menembus rerata pergerakan 20 hari (MA-20) setelah melewati rerata pergerakan lima dan 10 harinya (MA-5 & MA-10) yang mempertegas IHSG telah mengarah tren naik.


Meski indikator stochastic slow berada pada area jenuh beli (overbought), sehingga membuka peluang aksi jual seporadis, tetapi indikator rerata pergerakan konvergen dan divergen (moving average convergence divergence/ MACD) masih menunjukan pola persilangan emas (golden cross). 

IHSG Berjuang Mencetak Reli Hari KeempatSumber: Reuters
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bergerak di zona merah sepanjang hari, tetapi hingga akhir sesi perdagangan berbalik menguat hingga ditutup di zona hijau. Indeks sektor aneka industri menyumbang penguatan tertinggi sebesar 3,45%, mendorong kenaikan IHSG sebanyak 10 poin.

IHSG ditutup menguat ke level 5.893 (+0,19%) naik 11 poin dengan nilai perdagangan Rp 7,3 triliun.


Pada sesi perdagangan sesi II IHSG berlari kencang seiring pengumuman dari Bank Indonesia (BI) yang merilis data penjualan ritel yang naik 8,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) untuk bulan Mei 2018 atau lebih baik ketimbang pencapaian bulan sebelumnya yaitu sebesar 4,1% YoY.

"Meningkatnya kinerja penjualan tersebut bersumber dari komoditas sandang yang tumbuh 16,5% YoY, meningkat dibandingkan pertumbuhan April sebesar 10,0% YoY. Selain itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau tumbuh 11,3% YoY, meningkat dari 7,7% YoY pada bulan sebelumnya," demikian laporan Bank Indonesia (BI), pada Rabu (11/7/2018).

Berdasarkan rilis data tersebut, investor asing menambah kepemilikan sahamnya di bursa sehingga kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 502 miliar di akhir perdagangan padahal pada sesi I hanya mencatatkan net buy Rp 77 miliar pada pasar reguler.

Namun pagi ini tekanan jual secara psikologis muncul dari sisi global. Bursa utama AS rata - rata ditutup melemah di antaranya Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang turun 0,88%, S&P 500 melemah 0,71%, dan Nasdaq berkurang 0,53%.

Sementara itu, bursa utama di Asia juga cenderung bergerak negatif di antaranya Nikkei (+0,80%), Kospi(+0,01%) dan ASX 200 (+0,56%) sampai berita ini diturunkan. 


TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading