Susun APBN 2019 Hati-hati, Dolar AS Diproyeksi Rp 14.000

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
11 July 2018 14:44
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menegaskan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kas keuangan negara di tahun politik.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kas keuangan negara di tahun politik.

Hal ini menyusul keputusan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang memberikan lampu hijau bagi pemerintah untuk menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

"Karena situasi ekonomi sedang cukup dinamis, sementara kami mendesain sesuatu yang baru terjadi nanti 6 bulan ke depan. Kami harus terus menerus menjaga kehati-hatian dan kewaspadaan," kata Sri Mulyani, di Gedung DPR Rabu (11/7/2018).


Adapun asumsi makro pada tahun depan, disepakati sebagai berikut :
  • Pertumbuhan ekonomi : 5,2% - 5,6%
  • Inflasi : 2,5% - 4,5%
  • Tingkat bunga SPN 3 Bulan : 4,6% - 5,2%
  • Nilai tukar rupiah : Rp 13.700/US$ - Rp 14.000/US$
  • Harga minyak mentah US$ 60 - US$ 70 per barel
  • Lifting minyak 722 - 805 ribu barel per hari
  • Lifting gas 1,21 juta - 1,30 juta barel setara minyak

"Ini akan dijadikan patokan untuk menyusun APBN yang angkanya tidak dalam range," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Selain dari sisi asumsi, Sri Mulyani menegaskan, defisit anggaran tahun depan pun ditargetkan berada di bawah 2% atau dalam kisaran 1,6% - 1,9% dari produk domestik bruto (PDB). Pemerintah, akan berupaya menjaga defisit tetap dalam koridornya.

"Ini ada implikasinya terhadap primary balance dan jumlah surat utang atau pembiayaan yang akan kami lakukan. Itu dimasukan dalam rancangan 2018," tegasnya.

Seperti diketahui, hasil kesepakatan antara pemerintah dan Badan Anggaran DPR hari ini selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan kas keuangan negara tahun depan.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading