Tok! APBN 2019 Disetujui, PDB 5,3% dan Dolar Rp 15.000

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
31 October 2018 13:36
Tok! APBN 2019 Disetujui, PDB 5,3% dan Dolar Rp 15.000
Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 menjadi perangkat Undang-Undang (UU).

Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Paripurna DPR, di mana 10 fraksi menyatakan setuju bahwa APBN 2019 beserta Nota Keuangannya menjadi sebuah payung hukum tetap.

"Apakah setiap fraksi menyetujui RUU APBN 2019 menjadi Undang-Undang?" pimpinan sidang paripurna Agus Hermanto kepada anggota parlemen.


"Setuju," jawab seluruh anggota serentak.



Berikut asumsi dasar ekonomi makro dan pembangunan ekonomi di 2019 :

• Pertumbuhan ekonomi 5,3%
• Inflasi 3,5%
• Nilai tukar Rp 15.000/US$
• Suku bunga SPN 5,3%
• Harga minyak mentah (ICP) US$ 70 per barel
• Lifting minyak 775.000 barel per hari (bph)
• Lifting gas 1,25 juta barel setara minyak
• Pengangguran 4,8% - 5,2%
• Kemiskinan 8,5% - 9,5%
• Rasio gini 0,380 - 0,385
• Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 71,98

Berikut postur APBN 2019 yang disepakati :

• Pendapatan negara Rp 2.165,1 triliun,
• Belanja negara Rp 2.461,1 triliun.
• Desifit anggaran Rp 297,2 triliun atau tetap berada di 1,84% dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati paham betul, bahwa pembahasan kas keuangan negara dilaksanakan di tengah-tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang mengalami perubahan secara fundamental sejak krisis 10 tahun lalu.

"Hal ini mengakibatkan tantangan gejolak arus modal global yang tidak mudah dan berimplikasi pada perubahan asumsi makro dan alokasi anggaran belanja," kata Sri Mulyani

"Pemerintah berterima kasih kepada DPR yang telah menyetujui penyelesaian RUU APBN 2019 sesuai ketentuan perundangan," tambah mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading