Internasional

OPEC Selangkah Lagi Menuju Kesepakatan Produksi Minyak

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
21 June 2018 07:19
OPEC Selangkah Lagi Menuju Kesepakatan Produksi Minyak
Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara penghasil minyak tampaknya makin dekat dengan kesepakatan produksi dalam pertemuan mereka di Wina, Austria, hari Rabu (20/6/2018) meskipun ketegangan geopolitik dan persaingan masih mengancam kerja sama negara-negara pengekspor minyak.

Para menteri energi sedang berkumpul di Wina pekan ini untuk menentukan masa depan kesepakatan pembatasan produksi minyak antara OPEC dengan Rusia dan negara-negara penghasil minyak lainnya yang telah berusia 18 bulan. Langkah itu telah menurunkan kelebihan produksi minyak mentah global.

Namun, dengan harga minyak yang telah menyentuh level tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir, para produsen mencoba mencapai kesepakatan baru untuk melonggarkan pembatasan produksi agar pasar tidak overheating, CNBC International melaporkan.


Arab Saudi dan Rusia, yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi, mendorong adanya kenaikan produksi yang substansial. Sementara itu, negara-negara yang tidak memiliki kapasitas tambahan, seperti Irak, Iran, dan Venezuela, memulai pekan ini dengan melobi negara lainnya agar tidak mengubah kesepakatan pembatasan produksi.

Perbedaan pendapat itu telah memunculkan spekulasi bahwa pertemuan tahun ini akan mengulang bencana perundingan OPEC di Juni 2011 yang tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Namun, setelah sehari penuh dengan berbagai komentar dari menteri-menteri energi, analis mengatakan ada lebih banyak optimisme bahwa kartel minyak global ini akan mencapai kesepakatan sebelum pertemuan resmi mereka hari Jumat mendatang.

Daniel Yergin, vice chairman di IHS Markit yang juga memantau OPEC, mengatakan ia yakin peluang tercapainya kesepakatan telah muncul sejak Selasa.

"Mereka terlihat sedang menuju kesepakatan baru yang akan memberikan lebih banyak produksi minyak ke pasar," ujarnya kepada CNBC.


Hari Selasa, Menteri Minyak Iran Bijan Zanganeh mengatakan ia ragu OPEC akan mencapai kesepakatan pekan ini dan menyatakan sanksi Amerika kepada Iran dan Venezuela telah menyebabkan melonjaknya harga minyak.

Namun, hari Rabu malam Zanganeh mengatakan kepada CNBC level produksi OPEC "sangat baik".

Sebelumnya, ia mengindikasikan Iran dapat menerima kenaikan produksi yang rendah dan mencatat bahwa beberapa produsen secara sukarela memproduksi di bawah kuota yang disepakati pada akhir 2016, Reuters melaporkan.

Sumber-sumber OPEC dan menteri energi Oman juga mengatakan OPEC akan menyelesaikan isu kepatuhan berlebihan terhadap kesepakatan pembatasan produksi itu, Reuters melaporkan. Kesepakatan tersebut bertujuan membatasi minyak 1,8 juta barel per hari di pasar namun produksi telah turun lebih jauh lagi.

Hal ini dapat berarti negara-negara produsen tidak akan mengubah perjanjian namun sedikit menaikkan produksi sehingga negara-negara seperti Arab Saudi tidak lagi melebihi kuota mereka.

"Sepertinya ada konsensus mengenai situasi ini agar ada lebih banyak minyak di pasar namun juga membuat Iran tidak kehilangan muka dan mematuhi kesepakatan hingga akhir tahun," kata John Kilduff, rekanan pendiri di Again Capital.

Strategi itu dapat membuat negara-negara tersebut tetap bersatu namun terdapat beberapa tantangan, kata Helima Croft, global head untuk strategi komoditas di RBC Capital Markets.

Para anggota harus memutuskan cara menghitung penurunan produksi di negara-negara, seperti Venezuela, Angola, dan Meksiko yang telah memainkan peran penting dalam pengurangan produksi lebih dari yang diinginkan OPEC.

OPEC juga harus mempertimbangkan pengurangan ekspor Iran ketika sanksi AS mulai berdampak tahun ini

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading