Internasional

UE Setujui Aturan Baru Hak Cipta, Bisnis Google Cs Terancam

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
20 June 2018 20:46
UE Setujui Aturan Baru Hak Cipta, Bisnis Google Cs Terancam
Brussels, CNBC Indonesia - Google, Facebook, Microsoft dan raksasa teknologi lainnya dapat menghadapi lebih banyak pembatasan pada pasar mereka setelah komite Parlemen Eropa pada hari Rabu memilih mendukung rencana pengetatan aturan hak cipta.

Aturan hak cipta baru, yang diusulkan oleh Komisi Eropa dua tahun lalu, dirancang untuk memperhitungkan peran platform online yang semakin meningkat, memaksa mereka untuk berbagi pendapatan dengan penerbit dan bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta di internet.

Pemungutan suara oleh Komite Urusan Hukum kemungkinan akan menjadi sikap resmi Parlemen ketika melakukan negosiasi yang sama dengan negara-negara Uni Eropa, kecuali mereka menentang anggota parlemen dan memaksa diadakannya pemungutan suara di majelis umum bulan depan.


Saat tokoh-tokoh internet, aktivis dan beberapa anggota parlemen mengkritik reformasi Uni Eropa, pemegang hak cipta malah memuji mereka.

Anggota parlemen Jerman, Julia Reda, bagian dari kelompok Hijau di parlemen, menentang usulan Uni Eropa dan mengatakan langkah-langkah tersebut akan merugikan internet.

"Orang-orang akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya, seperti mendiskusikan berita dan mengekspresikan diri mereka secara online. Mengunci kebebasan kami untuk berpartisipasi untuk melayani kepentingan khusus perusahaan media besar adalah hal yang tidak dapat diterima," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Saya akan menantang hasil ini dan meminta pemungutan suara di Parlemen Eropa bulan depan," tambahnya.

Kritik yang muncul telah berfokus pada dua hal dari undang-undang baru yang diusulkan. Pasal 11 yang disebut hak penerbit pers dapat memaksa Google, Microsoft dan perusahaan lainnya untuk membayar penerbit agar dapat menampilkan cuplikan berita.

Pasal 13 atau kewajiban pemfilteran unggahan akan menyebabkan platform online seperti YouTube, GitHub, Instagram dan eBay perlu untuk memasang filter untuk mencegah pengguna mengunggah materi yang dilindungi hak cipta atau mencari lisensi untuk menampilkan konten.

Grup pelobi CCIA, yang anggotanya termasuk Google, Facebook, eBay, Amazon dan Netflix, mengkritik anggota parlemen karena mengabaikan permohonan dari pendiri Wikipedia Jimmy Wales, penemu World Wide Web Tim Berners-Lee, ahli netralitas internet Tim Wu, dan pelopor internet Vint Cerf dan lainnya.

"Kami mendesak semua anggota parlemen untuk menentang laporan ini dan untuk mendukung aturan hak cipta yang seimbang, yang menghormati hak online dan mendukung ekonomi digital Eropa," kata Maud Sacquet dari CCIA, dilansir dari Reuters.

Raegan MacDonald, kepala kebijakan publik Uni Eropa di Mozilla dan pencipta browser web Firefox, menyebutnya sebagai hari yang menyedihkan bagi internet di Eropa.

"Sangat mengecewakan bahwa hanya beberapa minggu setelah pemberlakuan GDPR (sebuah undang-undang yang menjadikan Eropa sebagai pengatur standar peraturan global), anggota parlemen telah menyetujui undang-undang yang pada dasarnya akan merusak internet di Eropa, dengan konsekuensi global," katanya, mengacu pada undang-undang perlindungan data baru Eropa.

Civil Liberties Union untuk Eropa juga mengkritik dukungan komite.

"Parlemen Eropa mendengarkan pelobi dan mengabaikan hak-hak fundamental kami. Kami akan membawa ini ke pleno dan terus berjuang untuk kebebasan berbicara di UE," kata Eva Simon dari serikat tersebut.

Penerbit menyoraki dukungan komite, menyebutnya kemenangan untuk keadilan dan pengakuan bahwa pemegang hak harus dihargai.

"Internet hanya berguna tergantung konten yang mengisinya. Hak terdekat penerbit ini akan menjadi kunci untuk mendorong investasi lebih lanjut dalam konten yang profesional, beragam, dan teruji kebenarannya untuk memperkaya dan menghibur semua orang, dimana saja," kata kantor berita dan penerbit majalah Eropa.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading