Internasional

Investor Cemas Laba Turun, Saham Induk Google Anjlok 5%

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
25 April 2018 15:35
Investor Cemas Laba Turun, Saham Induk Google Anjlok 5%
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perusahaan induk Google, Alphabet, turun hampir 5% pada perdagangan hari Selasa (24/4/2018) setelah melaporkan laba kuartal I-2018 sehari sebelumnya. Analis Wall Street memperingatkan akan adanya pelemahan jangka pendek bagi raksasa teknologi ini.

Saham Alphabet ditutup pada US$1.022,64 (Rp 14,2 juta) per saham setelah mencapai level terendah US$1.012,86 di hari perdagangan tersebut.


Google melipat-tigakan belanja modal pada kuartal pertama tahun ini untuk berinvestasi di pengembangan fasilitas dan pusat data.

Analis umumnya bullish terhadap strategi tersebut, namun tetap mengawasi margin perusahaan.

"Kenaikan pendapatan itu bertepatan dengan investasi yang agresif, dan itu adalah hal yang baik," tulis analis untuk Baird dalam sebuah riset, dilansir dari CNBC International.

Meskipun pengeluaran Alphabet naik di sektor penelitian dan pengembangan serta real estat dan jumlah pegawainya, margin usaha tetap berada di bawah tekanan, kata Baird.

"Yang penting, kami percaya [investasi] ini diperlukan untuk inovasi dan untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang," kata para analis.

Perusahaan sedang membangun investasi di bisnis komputasi awan dna memposisikan dirinya dalam persaingan langsung dengan Amazon. Perusahaan juga membuka jalan untuk memperoleh pendapatan di luar iklan.

"Google terdengar seperti Amazon," tulis analis untuk Macquarie dalam sebuah catatan. "Perusahaan ini melihat peluang yang sangat besar dalam pertumbuhan jangka panjang (aplikasi pencarian, YouTube, Cloud, mobil, kesehatan, dll ...) dan perusahaan akan berinvestasi di dalamnya. Ini benar-benar hal yang tepat untuk dilakukan dan akan meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham."


"Google jelas masih melakukan hal yang benar dan berinvestasi untuk masa depan, tetapi itu bisa menjadikan margin menajdi yang lebih rendah di masa mendatang," kata Macquarie.

Penurunan hari Selasa membuat Alphabet berada di zona merah sepanjang 2018 namun tetap tumbuh lebih dari 15% untuk periode 12 bulan.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading