Incar Mahasiswa, Anak Usaha ADHI Bangun Apartemen Rp 450 M

Market - Exist In Exist, CNBC Indonesia
08 April 2018 12:06
Incar Mahasiswa, Anak Usaha ADHI Bangun Apartemen Rp 450 M
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Adhi Persada Properti (APP), yang merupakan anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), membangun apartemen baru senilai Rp 450 miliar di sekitar Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Direktur Pemasaran APP Wahyuni Susantri mengatakan pembangunan apartemen ini memang ditujukan untuk mengincar pasar mahasiswa.

"Saat ini muncul fenomena baru di kalangan mahasiswa, di mana mereka lebih memilih tinggal di apartemen dibandungkan dengan tempat kost. Celah pasar inilah yang kami bidik, salah satunya dengan membangun Grand Taman Melati Margonda 2 di dekat kampus UI," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara topping off, Minggu (8/4/2018).


Apartemen yang sudah dibangun sejak November 2016 ini, lanjutnya, merupakan tower ketiga yang dibangun setelah tower satu, yaitu Apartemen Taman Melati Margonda dan tower dua, yaitu Grand Taman Melati Margonda, berdiri.

"Rencananya apartemen ini akan mulai serah terima pada Desember 2018," kata dia.


Wahyuni menjelaskan apartemen seluas 3.705 dengan total 939 unit dijual dengan harga mulai Rp 643 juta dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menunjang pendidikan.

"Selain apartemen ini, sebelumnya kami juga sudah membangun apartemen dengan konsep sejenis, seperti yang berada di dekat UGM, Universitas Padjajaran, dan Universitas Brawidjaya," jelasnya.

APP menargetkan 20% dari total 939 unit apartemen baru di sekitar Universitas Indonesia, Depok, senilai Rp 90 miliar dapat terjual tahun ini.

Direktur Pemasaran APP Pulung Prahasto mengatakan sejak dibangun dari 2016 sampai saat ini, sebanyak 80% unit atau sekitar 750 unit telah terjual senilai Rp 400 miliar.

"Kita rencana bangun 939 unit. Sampai hari ini sudah terjual lebih dari 80%. Dari situ terlihat permintaan untuk apartemen di Margonda ini sangat tinggi. Sehingga, kami optimis sisa penjualan 20% dapat sold out pada akhir tahun ini," ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (8/4/2018).

Menurutnya, permintaan yang tinggi ini disebabkan oleh adanya pergeseran kebutuhan mahasiswa dari sebelumnya memilih tinggal di kos-kosan menjadi apartemen. Selain itu, lanjutnya, para orang tua saat ini juga lebih memilih membeli apartemen karena melihat peluang investasi di dalamnya.

"Ini menurut kami sebuah peluang usaha yang bisa dikembangkan. Kalau dulu orang tua mengeluarkan biaya untuk kos-kosan, sekarang dengan beli apartemen memang kita keluarkan biaya tapi kita juga bisa investasi karena nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat beberapa waktu ke depan," paparnya. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading