Harga Apartemen Turun di Awal Tahun

News - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
04 April 2018 14:14
Harga Apartemen Turun di Awal Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Colliers International mencatat pada kuartal I-2018, harga rata-rata apartemen di wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan 0,4% dari kuartal sebelumnya menjadi Rp 32,8 juta/meter persegi. Pada kuartal IV-2017 harga rata-rata apartemen di Jakarta Rp 33 juta/meter persegi.

Penurunan harga tertinggi terjadi pada apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Pada kawasan ini harga turun hingga 1,59% menjadi Rp 37,2 juta /meter persegi di kuartal I-2018. Pada kuartal IV-2017 harganya Rp 38,4 juta/meter persegi.

Penurunan terbesar berikutnya, harga apartemen di kawasan CBD (Central Business District) Jakarta sebesar 0,7% menjadi Rp 50,6 juta/meter persegi dibandingkan kuartal sebelumnya seharga Rp 51 juta/meter persegi.


Menurut Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto, stagnannya harga apartemen di wilayah DKI Jakarta disebabkan oleh persaingan yang ketat antar pengembang (developer) yang memberikan harga apartemen yang tinggi, dengan pengembang yang menawarkan harga apartemen dengan konsep harga yang murah.

Sehingga secara keseluruhan, developer apartemen dengan harga tinggi terutama developer baru, mulai mengikuti pola harga rata-rata pasar apartemen secara keseluruhan agar bisa mendapatkan potential buyer (pembeli yang berpotensi).

"Stagnannya harga apartemen karena persaingan para developer yang menerapkan harga tinggi dengan yang rendah. Selain itu, persiangan yang ketat tersebut membuat developer menahan harga untuk menarik potential buyer (pembeli yang berpotensi)", ujar Ferry, di World Trade Center Building, Rabu (4/4/2018).

Selain itu, stagnannya harga apartemen di DKI Jakarta juga didukung dengan supply (pasokan) yang terlelu tinggi dibandingkan dengan deman (permintaan) dari pasar.

Tercatat, jumlah permintaan apartemen di kuartal I-2018 tidak berbeda dengan permintaan apartemen di kuartal I-2017 Namun, pasokan apartemen di kuartal I-2018 meningkat dua kali lipat menjadi 5.589 unit dibandingkan dengan pasokan apartemen di kuartal tahun lalu.

Ditargetkan hingga akhir tahun 2018, pasokan apartemen di DKI Jakarta akan meningkat 22% menjadi 25.410 unit dibandingkan dengan tahun lalu.

Dengan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan apartemen tersebut, diperkirakan penyerapan apartemen di wilayah DKI Jakarta pada akhir 2018 akan terus stagnan sebesar 85% hingga 86% dibandingkan dengan penyerapan apartemen tahun lalu. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading