Uber dan Grab Merger, Kemenhub Ingatkan Soal Kuota Driver

Market - Roy Franedya, CNBC Indonesia
26 March 2018 11:43
Uber dan Grab Merger, Kemenhub Ingatkan Soal Kuota Driver
Jakarta, CNBC Indonesia - Uber resmi menggabungkan bisnis di Asia Tenggara dengan Grab. Pasca-merger, Uber akan memiliki 27,5% saham Grab.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setyadi mengatakan tidak bisa mengomentari merger bisnis Asia Tenggara Uber-Grab. Sebab, merger tersebut merupakan proses business to business dan tidak ada kewajiban mereka untuk meminta izin dari regulator.

Namun, Lanjut Budi, para pengemudi (driver) Uber dan Grab di Indonesia harus memenuhi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.108 tahun 2017 tentang taksi online. Dalam aturan ini driver taksi online diantaranya harus mendaftarkan diri, memiliki SIM A umum, uji KIR dan penempelan stiker.


"Aturan ini menggunakan sistem quota per provinsi, tidak ada per quota per aplikator. Selama ini yang kami lihat para aplikator kurang bergerak dan mendorong mitra driver untuk melengkapi persyaratan," jelas Budi.

Budi menambahkan dalam sistem quota ini siapa yang cepat mendaftar dan melengkapi persyaratanlah yang akan diberikan izin beroperasi. Mereka yang tidak memenuhi persyaratan tidak diizinkan menjadi mitra taksi online. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading