Internasional

Unit Video Streaming Baidu, iQiyi, Sasar Nilai IPO Rp 33 T

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
18 March 2018 15:02
Unit Video Streaming Baidu, iQiyi, Sasar Nilai IPO Rp 33 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyedia layanan video streaming asal China, iQiyi, telah melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) di bursa New York, Amerika Serikat (AS), dan menargetkan dana perolehan senilai hingga US$2,4 miliar atau sekitar lebih dari Rp 33 triliun untuk membiayai rencana ekspansi konten dan teknologi perusahaan.

Dilansir dari Reuters, pencatatan saham anak usaha raksasa mesin pencari (search engine) China, Baidu, itu diharapkan dapat memberi kekuatan finansial tambahan di tengah persaingannya merebut pangsa pasar China dengan beberapa rival, termasuk layanan Youku Tudou milik raksasa teknologi Alibaba.


iQiyi berencana menawarkan 125 juta saham seharga US$17 hingga US$19 per unit, kata perusahaan dalam dokumen IPO yang disampaikan ke Komisi Bursa dan Sekuritas AS (US Securities and Exchange Commission/ SEC).


Penjamin emisi memiliki opsi menjual 18,75 juta saham tambahan yang bila terjual seluruhnya akan membuat nilai IPO menjadi sekitar US$2,7 miliar.

iQiyi, yang akan tercatat di dalam indeks Nasdaq Composite, berencana menggunakan sebagian dari perolehan dana IPO untuk memperluas dan meningkatkan kualitas konten yang ditawarkan sementara 10% dari dana itu akan digunakan untuk memperkuat teknologi perusahaan. Sisanya direncanakan untuk membiayai kegiatan usaha secara umum.

Baidu memiliki 80,5% saham di iQiyi dan akan tetap menjadi pemegang saham pengendali setelah IPO rampung.


Hingga akhir Februari, iQiyi, yang menawarkan layanan serupa Netflix itu, memiliki 60,1 juta pelanggan dengan 98% dari mereka adalah pelanggan berbayar.

Pendapatan perusahaan tercatat melonjak 55% tahun lalu menjadi 17,38 miliar yuan atau US$2,7 miliar dan mencatatkan rugi bersih senilai 3,74 miliar yuan. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading