Moody's: Kontrak Baru Dari TBR Positif Bagi Bisnis BUMA

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
12 March 2018 12:57
Moody's : Transaksi Kredit Positif Bagi Kontrak Baru BUMA
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkatan, Moody's Internasional menilai, kontrak jasa pertambangan baru senilai Rp 7 triliun yang didapatkan PT Bukit Makmur Utama (BUMA) dari PT Tanah Bumbu Resources (TBR) yang merupakan anak perusahaan grup pertambangan batu bara Geo Energy Resources Limited dapat memberikan dampak positif terutama bagi BUMA.

Kerja sama ini berdampak positif karena bisa meningkatkan skala BUMA, memberikan visibilitas arus karena sifat kontrak yang jangka panjang, dan mengurangi resiko concentration customer (konsentrasi pelanggan).

"Sedangkan bagi Geo Energy, kontrak pertambangan tersebut akan memperbaiki volume produksi dan penjualan, serta diversifikasi pendapatan dari produksi tambang di anak perusahaannya yaitu PT Sungai Danau Jaya (SDJ)," ujar Maisam Hasnain, Analis Corporate Finance Group Moody's Investors Service, Senin (12/3/2018).


Moodys menghitung, dengan umur tambang TBR yang mencapai 7 tahun, BUMA dapat menerima pendapatan tambahan sekitar Rp 977,45 miliar per tahun, atau meningkat sekitar 9% dari total pendapatan BUMA sepanjang 2017 sebesar Rp 10,32 triliun.

Keuntungan lainnya, BUMA bisa menggunakan dan memanfaatkan peralatan pertambangan yang digunakan di tambang SDJ. Maklum, lokasi penambangan SDJ bersebelahan denngan TBR sehingga menghemat kebutuhan pengeluaran BUMA dalam membeli peralatan tambahan di tambang TBR.

Kontrak dengan TBR membantu mengurangi resiko konsentrasi pelanggan BUMA. Salah satunya dari penurunan pendapatan pelanggan terbesarnya yaitu PT Berau Coal yang performanya turun menjadi 53% dari 59% sepanjang 2017.

"Seperti diketahui, PT Berau Coal 90% saham dimiliki oleh PT Berau Coal Energy Tbk, yang saat ini sedang merestruktrusisasi hutangnya," tambah Maisam.

Sebelumnya, Geo Energy menyelesaikan akuisisi TBR pada bulan Juni 2017 dan TBR telah membuktikan kemungkinan cadangan batu bara 47 juta ton, dengan nilai kalori minimum rata-rata tidak kurang dari 4.200 kilo kalori per kilogram.
Moody's: Kontrak Baru Dari TBR Positif Bagi Bisnis BUMAFoto: IST

Meskipun produksi batu bara komersial di TBR sempat tertunda selama 2 kuartal, namun profil kredit Geo Energy tidak terpengaruh karena likuiditas dan leverage perusahaan yang kuat, diukur dengan hutang yang disesuaikan Moody's terhadap EBITDA perusahaan sekitar 3,5 kali pada Desember 2017.

"Selama 12 hingga 18 bulan ke depan, setelah produksi di tambang TBR naik, kami perkirakan Geo Energy akan memperluas volume produksinya menjadi 11-12 juta ton dari sebelumnya 7,7 ton pada 2017. Pendapatan konsolidasinya juga akan meningkat menjadi Rp 5,05 triliun - Rp 6,19 triliun dari sebelumnya Rp 4,35 triliun pada 2017," tambah Maisam.

Sehingga diperkirakan, TBR akan menyumbang hingga 45% dari pendapatan konsolidasi Geo Eenergy selama dua tahun ke depan, atau hampir setengah dari target produksi di periode 2019-2020.

Rencana gabungan kerjasama untuk SDJ dan TBR juga dimungkinkan membuat Geo Energy memperoleh keuntungan dari penghematan biaya dalam pembuangan lapisan penutup (overburden dumping). Berdasarkan rencana perusahaan overburden dari tambang TBR akan dibuang ke tambang SDJ.

Geo Energy juga sedang dalam proses finalisasi offtake contract batu bara untuk TBR. Saat ini, Geo Energy sedang menghadapi resiko konsentrasi pelanggannya dengan Engelhart CTP Singapore yaitu perusahaan perdagangan batubara dengan wilayah operasi secara global, yang saat ini menjadi satu-satunya produsen untuk semua produksi dari tambang SDJ. Perusahaan tersebut sedang merencanakan untuk mendiversifikasi para pembeli (offtakers) untuk output dari tambang TBR dalam mengurangi resiko konsentrasi pelanggan.
Artikel Selanjutnya

Jokowi Disuntik Vaksin Corona, Bursa RI Siap-siap ke 6.500


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading