Berencana Rights Issue, Saham RBMS Auto Reject Atas

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
01 March 2018 09:59
Berencana Rights Issue, Saham RBMS Auto Reject Atas
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk (RBMS) satu jam setelah perdagangan saham naik 25% dan menembus batas atas auto rejection ke level harga Rp 310 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 5,16 miliar dengan volume perdagangan 18,04 juta saham.

Informasi terakhir terkait aksi korporasi yang dilakukan perseroa adalah rencana melakukan rights issue. Rencana tersebut sudah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Jakarta, Rabu (28/2).

Mengutip keterbukaan informasi, emiten berkode saham RBMS di Bursa Efek Indonesia itu akan menerbitkan HMETD Saham yang ditawarkan dalam rangka penawaran umum terbatas pertama berjumlah 1,19 miliar saham nominal Rp 200 per saham dengan harga pelaksanaan Rp 216 per saham.


Dana yang terhimpun dari penerbitan saham baru tersebut diperkiarakan mencapai Rp 256 miliar. Dana hasil right issue tersebut bakal digunakan untuk membeli saham PT Tiara Raya Bali International (TRBI) maksimal Rp 74,45 miliar atau sekitar 41.363 saham dari pemegang saham lama TRBI.

Selain itu, perseroan juga ingin meningkatkan penyertaan saham di TRBI sebanyak-banyaknya Rp 120 miliar atau 120.000 saham yang selanjutnya dana tersebut akan digunakan oleh TRBI untuk melakukan pembayaran yang berkaitan dengan penggunaan lahan sampai dengan tahun 2033.

Lahan itu milik Richard Rachmadi seluas 14.850 meter persegi yang terletak di Jalan Bukit Permai, Badung, Bali atau dikenal sebagai lokasi Hotel Le Meridien Bali Jimbaran.

Nilai akuisisi lahan itu sekitar Rp 49 miliar-Rp 50 miliar. Menurut Richard, dana yang dipakai untuk akuisisi lahan itu sekitar Rp 45 miliar, sementara sisanya berasal dari internal.

Sebagai tambahan, hingga saat ini, Ristia Bintang sudah memiliki standby buyer, dimana 80% adalah Richard Rachmadi Wiriahardja, sementaranya sisanya berasal dari Sinarmas. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading