Rally Saham Barang Konsumsi Terhadang Profit Taking

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
19 January 2018 12:30
Rally Saham Barang Konsumsi Terhadang Profit Taking
  • Optimisme terhadap sektor barang konsumsi juga didorong oleh rilis data ekspor-impor periode Desember yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Senin lalu.
  • Perbaikan daya beli masyarakat akan terus berlanjut di tahun 2018, seiring kuatnya impor barang konsumsi
Jakarta, CNBC Indonesia - Koreksi yang terjadi pada saham-saham dari sektor barang kosumsi pada perdagangan sesi I tampaknya dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah dalam pekan ini menjadi salah sektor yang mendukung rally Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Secara year to date, hingga perdagangan kemarin, indeks sektor barang konsumsi menguat 1,10%. Saham-saham yang menjadi penopang penguatan indek sektor ini diantaranya, saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) naik 24,49%, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) naik 2,88%, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) naik 3,53%, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 1,03% pada perdagangan kemarin.
Rally Saham Barang Konsumsi Terhadang Profit TakingFoto: Anthony Kevin

Direkomendasikan Analis
Pada tahun ini, konsumsi masyarakat diharapkan membaik dibandingkan tahun lalu, didorong oleh beberapa faktor yaitu belum akan diberlakukannya subsidi tertutup elpiji 3 Kg, stabilnya harga bahan makanan, turunnya angka pengangguran dan kemiskinan, serta pelaksanaan event-event penting seperti Pilkada, Asian games, piala dunia, hingga pertemuan IMF-World Bank di Bali.

Optimisme terhadap sektor barang konsumsi juga didorong oleh rilis data ekspor-impor periode Desember yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Senin lalu. BPS mengumumkan impor barang konsumsi pada bulan Desember mencapai US$ 1,37 miliar, di mana ini merupakan capaian tertinggi sepanjang masa dan naik 5,1% secara tahunan.


Analis menilai capaian impor barang konsumsi tersebut sebagai tanda perbaikan daya beli masyarakat.

Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi optimistis perbaikan daya beli masyarakat akan terus berlanjut di tahun 2018, seiring kuatnya impor barang konsumsi. “Sebenarnya kalau dari daya beli sudah ada pola kenaikan, polanya kalau bisa dibilang bottoming up. Titik terendahnya itu ada di sekitar Q3 itu titik terendah dari konsumsi, Q3 dan Q2. Setelah itu di Q4 ini sudah mulai ada picking up dan keliatannya akan terus berlanjut di tahun ini”, ujar Wafi kepada CNBC Indonesia.

Wafi merekomendasikan saham-saham sektor barang konsumsi, terutama yang berbasis bahan-bahan pokok (staples). Saham-saham tersebut diantaranya, saham HMSP, UNVR, GGRM, ICBP, dan INDF yang merupakan saham-saham unggulan dari sektor barang konsumsi

Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menilai peningkatan nilai impor barang konsumsi seharusnya berpengaruh positif kepada saham-saham sektor konsumsi yang berbasis makanan dan minuman. “Terutama ke saham-saham konsumer makanan-minuman ya”, kata Reza. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading