Jangan Anggap Sepele Influenza A, Kenali Gejala dan Komplikasinya

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 09/10/2026 12:40 WIB
Foto: Ilustrasi Sakit Flu (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gejala seperti demam, batuk, pilek, hingga nyeri tubuh kerap dianggap sebagai keluhan flu biasa. Padahal, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda infeksi influenza A yang berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia.

Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan dan dikenal memiliki tingkat penularan tinggi. Berbeda dengan pilek biasa, penyakit ini umumnya menimbulkan gejala secara mendadak dan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat, termasuk pneumonia hingga gangguan jantung.

Virus influenza A memiliki sejumlah subtipe, termasuk H1N1 dan H3N2, serta menjadi salah satu penyebab utama wabah influenza. Sementara itu, influenza B umumnya menyebabkan wabah yang lebih terbatas.


Perbedaan Gejala dengan Flu Biasa

Melansir Healthline, berbeda dengan flu biasa, gejala influenza tipe A biasanya muncul mendadak. Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain batuk, hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, nyeri otot dan tubuh, kelelahan hingga menggigil.

Pada sebagian kasus, gejala bisa membaik dengan istirahat dan cairan yang cukup. Namun bila keluhan tidak berkurang setelah seminggu, atau justru memburuk, sebaiknya segera periksa ke dokter. Flu tipe A yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, serangan asma, atau gangguan jantung.

Dalam sebagian kasus juga muncul gejala muntah dan diare. Kemenkes menyebut influenza pada bayi dan balita dapat berkembang menjadi sejumlah komplikasi, mulai dari pneumonia, bronkiolitis, peradangan otot, ensefalitis atau peradangan otak, hingga komplikasi pada jantung.

Cara Diagnosis dan Pengobatan

Dokter biasanya melakukan tes cepat menggunakan usapan dari hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi keberadaan virus. Jika positif, pasien dapat diberi obat antivirus seperti Oseltamivir (Tamiflu), Zanamivir (Relenza) dan Peramivir (Rapivab).

Selain itu, obat baru Baloxavir Marboxil (Xofluza) dari Jepang juga sudah disetujui oleh FDA sejak 2018 untuk menghentikan replikasi virus influenza.

Selain pengobatan, istirahat cukup, minum air putih, dan menjaga daya tahan tubuh tetap penting dilakukan untuk mempercepat pemulihan.

Penderita flu bisa menularkan virus sejak satu hari sebelum gejala muncul hingga lima hari setelahnya. Pada kasus berat, terutama anak-anak dan lansia, masa menular bisa lebih lama.

Vaksinasi flu tahunan menjadi langkah pencegahan paling efektif. Selain itu, masyarakat disarankan untuk:

  1. Rajin mencuci tangan

  2. Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin

  3. Menghindari kerumunan saat musim flu

  4. Beristirahat di rumah sampai demam benar-benar reda

Influenza tipe A bukan sekadar flu biasa. Infeksi ini bisa menyebabkan komplikasi serius bila diabaikan. Jika gejala flu disertai demam tinggi, nyeri tubuh berat, atau sesak napas, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi Farmasi & Alkes Perkuat Resiliensi Kesehatan