Waspada Influenza A, Kemenkes Minta Orang Tua Lakukan Pencegahan Ini

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
29 September 2026 15:05
Ilustrasi Sakit Flu (Pexels)
Foto: Ilustrasi Sakit Flu (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian di tengah meningkatnya penyebaran influenza di Indonesia.

Data surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan kelompok anak usia 0 hingga 4 tahun menjadi kelompok umur dengan jumlah kasus Influenza A (H3N2) subclade K tertinggi dalam data 2025-2026 yang dipaparkan pemerintah. Pada 2025 terdapat 62 kasus pada kelompok usia 0-4 tahun, sedangkan pada 2026 tercatat delapan kasus.

Pada kelompok 5-9 tahun juga terdapat delapan kasus pada 2026, disusul lima kasus pada kelompok 10-17 tahun. Secara lebih luas, laporan surveilans terbaru Kemenkes juga menunjukkan 39% kasus influenza yang terdeteksi berasal dari kelompok usia 0-4 tahun.

Lantas, apa yang perlu dilakukan orang tua?

Dokter spesialis anak Dr. dr. Mulya Rahma Karyanti mengatakan, penularan influenza terjadi melalui droplet. Oleh sebab itu, anggota keluarga yang sedang sakit, batuk atau pilek sebaiknya menggunakan masker dan membatasi kontak dekat dengan anak.

Peralatan makan dan minum juga sebaiknya tidak digunakan bergantian dengan anggota keluarga yang sedang sakit.

"Biasakan anak-anak menggunakan peralatan makan sendiri, gelas, sendok, piring," ujarnya.

Anak yang sedang mengalami batuk dan pilek juga disarankan tidak pergi ke sekolah untuk sementara. Selain memberi kesempatan tubuh beristirahat dan pulih, langkah tersebut dapat mengurangi risiko menularkan influenza kepada teman-temannya.

Mulya Rahma juga bilang, orang tua juga perlu memastikan anak memperoleh makanan dengan gizi lengkap dan seimbang serta cairan yang cukup. Pencegahan lainnya adalah mengajarkan etika batuk dan bersin. Vaksin influenza juga dapat diberikan mulai usia lebih dari enam bulan dan dapat diulang setiap tahun.

Namun, penggunaan oseltamivir pada anak tidak boleh dilakukan sembarangan. Mulya menegaskan, antivirus tersebut terutama diberikan berdasarkan indikasi medis, seperti pada anak terkonfirmasi influenza yang berisiko tinggi, memiliki penyakit kronis, gangguan jantung atau paru, asma berat, kondisi imunokompromais, maupun pneumonia sedang hingga berat.

Untuk anak dengan influenza ringan tanpa komplikasi, penanganan terutama bersifat suportif, seperti mencukupi cairan dan nutrisi serta memberikan obat sesuai gejala atas arahan tenaga kesehatan.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Influenza A Lagi Naik, Kemenkes Ingatkan Jangan Asal Borong Obat


Most Popular
Features