Kasus Influenza A Lagi Naik, Kenali Beda Gejala dengan Flu Biasa
Jakarta, CNBC Indonesia - Influenza tipe A atau flu A merupakan salah satu jenis flu yang paling mudah menular dan bisa menyebabkan wabah besar. Virus ini menyerang sistem pernapasan dan dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat, bahkan berujung fatal bila tidak ditangani dengan tepat.
Influenza A merupakan tipe yang paling sering dikaitkan dengan wabah dan memiliki sejumlah subtipe, termasuk H1N1 dan H3N2. Sementara Influenza B umumnya menyebabkan wabah yang lebih lokal.
Penyakit ini perlu mendapat perhatian khusus pada kelompok rentan, termasuk bayi dan balita, karena dapat menyebabkan komplikasi serius
Perbedaan gejala dengan flu biasa
Melansir Healthline, berbeda dengan flu biasa, gejala influenza tipe A biasanya muncul mendadak. Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain batuk, hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, nyeri otot dan tubuh, kelelahan hingga menggigil.
Pada sebagian kasus, gejala bisa membaik dengan istirahat dan cairan yang cukup. Namun bila keluhan tidak berkurang setelah seminggu, atau justru memburuk, sebaiknya segera periksa ke dokter. Flu tipe A yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, serangan asma, atau gangguan jantung.
Dalam sebagian kasus juga muncul gejala muntah dan diare. Kemenkes menyebut influenza pada bayi dan balita dapat berkembang menjadi sejumlah komplikasi, mulai dari pneumonia, bronkiolitis, peradangan otot, ensefalitis atau peradangan otak, hingga komplikasi pada jantung.
Cara Diagnosis dan Pengobatan
Dokter biasanya melakukan tes cepat menggunakan usapan dari hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi keberadaan virus. Jika positif, pasien dapat diberi obat antivirus seperti Oseltamivir (Tamiflu), Zanamivir (Relenza) dan Peramivir (Rapivab)
Selain itu, obat baru Baloxavir Marboxil (Xofluza) dari Jepang juga sudah disetujui oleh FDA sejak 2018 untuk menghentikan replikasi virus influenza.
Selain pengobatan, istirahat cukup, minum air putih, dan menjaga daya tahan tubuh tetap penting dilakukan untuk mempercepat pemulihan.
Penderita flu bisa menularkan virus sejak satu hari sebelum gejala muncul hingga lima hari setelahnya. Pada kasus berat, terutama anak-anak dan lansia, masa menular bisa lebih lama.
Vaksinasi flu tahunan menjadi langkah pencegahan paling efektif. Selain itu, masyarakat disarankan untuk:
1. Rajin mencuci tangan
2. Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
3. Menghindari kerumunan saat musim flu
4. Beristirahat di rumah sampai demam benar-benar reda
Influenza tipe A bukan sekadar flu biasa. Infeksi ini bisa menyebabkan komplikasi serius bila diabaikan. Jika gejala flu disertai demam tinggi, nyeri tubuh berat, atau sesak napas, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.