Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Influenza A, Jangan Diabaikan!
Jakarta, CNBC Indonesia - Hidung meler, bersin-bersin, batuk, hingga demam sering dianggap sebagai gejala flu biasa. Banyak orang memilih beristirahat di rumah atau mengonsumsi obat yang tersedia tanpa memeriksakan diri ke dokter. Namun, di balik gejala yang tampak serupa, ada infeksi virus yang perlu diwaspadai, yakni Influenza A.
Meski sama-sama menyerang saluran pernapasan, flu biasa dan Influenza A dapat menunjukkan pola gejala serta tingkat keparahan yang berbeda. Mengenali perbedaannya penting agar masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda penyakit yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Dikutip dari laman resmi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, Influenza A dapat menyebabkan kondisi yang lebih berat dibandingkan flu biasa, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis.
Flu Biasa Cenderung Muncul Bertahap
Flu biasa umumnya berkembang secara perlahan. Gejala dapat dimulai dengan hidung tersumbat atau berair, bersin-bersin, serta rasa tidak nyaman atau nyeri ringan pada tenggorokan.
Demam pada flu biasa biasanya ringan, bahkan bisa tidak muncul sama sekali. Sebagian besar penderita masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, meskipun merasa kurang nyaman akibat hidung meler atau batuk.
Sebaliknya, Influenza A cenderung menyerang secara mendadak. Seseorang yang sebelumnya merasa sehat dapat tiba-tiba mengalami demam, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kelelahan yang cukup berat.
Perbedaan pola kemunculan gejala ini menjadi salah satu petunjuk untuk membedakan keduanya. Namun, gejala saja tidak cukup untuk memastikan jenis infeksi yang dialami seseorang.
Influenza A Bisa Menyebabkan Demam Tinggi dan Nyeri Tubuh Berat
Salah satu ciri yang sering ditemukan pada Influenza A adalah demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba, sering kali mencapai 38-40 derajat Celsius.
Selain demam, penderita dapat mengalami nyeri otot dan sendi, sakit kepala intens, batuk kering, sakit tenggorokan, serta kelelahan ekstrem. Pada sebagian orang, keluhan tersebut dapat membuat tubuh terasa sangat lemah hingga sulit melakukan aktivitas seperti biasa.
Pada anak-anak, Influenza A juga dapat disertai keluhan pencernaan, seperti mual, muntah, atau diare.
Sementara itu, flu biasa lebih sering didominasi gejala pada hidung dan tenggorokan, seperti bersin, hidung berair, dan hidung tersumbat. Meski demikian, tingkat keparahan gejala dapat bervariasi pada setiap orang.
Kenali Perbedaan Gejalanya
Secara umum, terdapat beberapa perbedaan yang dapat diperhatikan antara flu biasa dan Influenza A.
- Awal gejala: Flu biasa cenderung muncul bertahap, sedangkan Influenza A sering dimulai secara mendadak.
- Demam: Flu biasa umumnya tidak disertai demam tinggi, sementara Influenza A dapat menyebabkan demam tinggi.
- Nyeri tubuh: Flu biasa biasanya menimbulkan keluhan ringan, sedangkan Influenza A dapat menyebabkan nyeri otot dan sendi yang lebih berat.
- Kelelahan: Pada flu biasa, kelelahan cenderung ringan. Pada Influenza A, tubuh dapat terasa sangat lemah.
- Komplikasi: Flu biasa umumnya bersifat ringan, sedangkan Influenza A berpotensi berkembang menjadi pneumonia dan komplikasi lainnya.
Penting dipahami bahwa perbedaan tersebut bukan patokan mutlak. Influenza A tidak selalu menimbulkan demam tinggi, dan flu biasa pun dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang cukup mengganggu.
Karena gejalanya bisa tumpang tindih dengan infeksi saluran pernapasan lainnya, pemeriksaan medis dan, bila diperlukan, tes laboratorium dapat membantu memastikan diagnosis.
Jangan Anggap Remeh, Influenza A Bisa Memicu Komplikasi
Influenza A bukan sekadar penyakit yang menyebabkan demam dan batuk selama beberapa hari. Dalam kondisi tertentu, infeksi ini dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau radang paru-paru. Selain itu, influenza juga dapat memperburuk penyakit yang sudah dimiliki seseorang, termasuk asma dan penyakit jantung.
Risiko komplikasi lebih tinggi pada anak berusia di bawah lima tahun, lansia berusia 65 tahun ke atas, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, atau penyakit paru-paru.
Kelompok tersebut sebaiknya tidak menunda konsultasi dengan tenaga kesehatan ketika mengalami gejala yang mengarah pada influenza.
Bagaimana Influenza A Menular?
Influenza A dapat menyebar melalui partikel pernapasan yang keluar ketika orang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Gejala biasanya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terinfeksi. Penularan bahkan dapat terjadi sebelum gejala dirasakan, sehingga seseorang yang tampak sehat belum tentu tidak menularkan virus.
Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat dianjurkan mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, menjaga ventilasi ruangan, serta menggunakan masker ketika sakit atau berada dalam situasi berisiko.
Orang yang sedang sakit juga sebaiknya beristirahat di rumah dan membatasi kontak dekat dengan orang lain, khususnya mereka yang rentan mengalami komplikasi.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]