Ahli Harvard Ungkap 5 Tips agar Panjang Umur, Ternyata Tidak Susah
Jakarta, CNBC Indonesia- Selama ini, istilah umur panjang sering kali disalahartikan hanya sebatas menambah angka usia atau hidup selama mungkin. Padahal, esensi sejati dari umur panjang adalah mempertahankan kualitas hidup agar tetap optimal di masa tua.
Melansir Health Harvard, seorang dokter spesialis umur panjang sekaligus editor medis dari Laporan Kesehatan Khusus Harvard Health Publishing, Dr. David Barzilai menegaskan bahwa aspek kesehatan (healthspan) jauh lebih penting daripada sekadar panjangnya usia (lifespan).
"Hampir tidak ada orang yang mau berumur panjang tapi dalam kondisi lemah dan ketergantungan. Mereka ingin menjalani masa tua dengan tubuh sehat, bergerak bebas, berpikir jernih, dan tetap terlibat dengan orang-orang serta pekerjaan yang mereka cintai," ujar Dr. Barzilai, yang juga aktif sebagai dosen di Harvard Medical School.
Gaya Hidup Menjadi Kunci Utama
Meskipun faktor genetika turut berperan, penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap proses penuaan. Dr. Barzilai menekankan bahwa rahasia kesehatan yang baik sebenarnya tidaklah sulit, melainkan tentang konsistensi dalam menjalankan hal-hal mendasar.
Berdasarkan penelitian umur panjang, terdapat 5 pilar gaya hidup utama yang wajib diterapkan secara konsisten:
1. Olahraga
Aktivitas fisik disebut sebagai "sinyal utama" yang mampu meningkatkan fungsi seluruh sistem tubuh, mulai dari sensitivitas insulin, kesehatan otak, hingga kepadatan tulang.
Dr. Barzilai merekomendasikan untuk menggabungkan berbagai bentuk aktivitas fisik untuk memaksimalkan kesehatan, termasuk latihan beban dua kali seminggu dan 150 menit aktivitas aerobik sedang atau 75 menit aktivitas aerobik berat setiap minggu.
2. Nutrisi seimbang
Nutrisi berfungsi mengatur metabolisme sel tubuh, mengontrol kadar glukosa, meredakan peradangan, serta menyediakan bahan baku untuk perbaikan otot. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi yang tepat menjadi semakin krusial untuk mencegah penurunan massa otot dan fungsi kognitif.
Konsumsi makanan yang berbasis pada whole foods (makanan utuh/alami). Serta pastikan asupan protein tercukupi dengan baik.
Hindari lonjakan glukosa darah akibat karbohidrat olahan dengan cara selalu melengkapinya dengan protein, lemak sehat, dan serat.
3. Tidur
Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan fase krusial saat tubuh melakukan perawatan penting, seperti membersihkan limbah dari otak serta mengatur ulang hormon stres dan nafsu makan.
Dr. Barzilai mengatakan tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam untuk orang dewasa sangat disarankan.
Penelitian menunjukkan bahwa konsistensi waktu bangun (bahkan di akhir pekan) jauh lebih penting daripada jumlah jam tidur itu sendiri.
4. Manajemen Stres
Stres akut sebenarnya normal untuk melindungi diri dari ancaman. Namun, bahaya laten muncul ketika seseorang mengalami stres kronis yang berkepanjangan. Kondisi ini membuat tubuh berada dalam status siaga tingkat rendah yang lambat laun merusak sistem kardiovaskular, menurunkan imun, mengganggu metabolisme, dan mempercepat penuaan sel.
"Masalah muncul ketika stres itu tidak pernah berhenti. Stres kronis membuat tubuh berada dalam kondisi siaga tingkat rendah yang, selama bertahun-tahun, membebani sistem kardiovaskular dan kekebalan tubuh, mengganggu tidur dan metabolisme, dan tampaknya mempercepat beberapa proses penuaan yang mendasar," kata Dr. Barzilai.
Olahraga teratur, tidur cukup, paparan sinar matahari, dan berkumpul dengan orang yang dipercaya terbukti ampuh meredakan stres.
5. Koneksi sosial
Koneksi sosial adalah pilar yang paling sering diabaikan. Banyak orang sangat terobsesi menghitung kalori makanan dan jumlah langkah kaki setiap hari, tetapi melupakan pentingnya menjaga hubungan pertemanan.
Padahal, data menunjukkan dampak positif hubungan sosial yang sehat terhadap kelangsungan hidup sangatlah besar. Mulailah dari langkah kecil yang konsisten, seperti menelpon sahabat, mengikuti kelas/kegiatan sukarela, atau sekadar jalan pagi di lingkungan rumah untuk menyapa tetangga.Â
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]