Studi Ungkap Jumlah Langkah Jalan Kaki yang Bikin Panjang Umur
Jakarta, CNBC Indonesia - Studi yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA mengungkap bahwa berjalan kaki sebanyak 8.000 langkah yang dilakukan secara rutin satu atau dua kali saja dalam seminggu memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk potensi memperpanjang usia. Fenomena ini menjadi angin segar bagi kaum weekend warrior-sebutan bagi mereka yang hanya sempat berolahraga pada akhir pekan.
Melansir Prevention, studi ini mengevaluasi data dari 3.101 orang dewasa yang berpartisipasi dalam Survei Kesehatan dan Gizi Nasional. Para peserta mengenakan akselerometer selama satu minggu untuk melacak jumlah langkah mereka, yang kemudian diukur terhadap data mortalitas hingga akhir tahun 2019.
Secara spesifik, mereka menemukan bahwa orang yang berjalan setidaknya 8.000 langkah selama satu atau dua hari memiliki risiko kematian 15% lebih rendah dalam 10 tahun ke depan, sementara orang yang mencapai 8.000 langkah atau lebih tiga hingga tujuh hari seminggu memiliki risiko 16,5% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang berjalan sangat sedikit langkah per hari.
Risiko kematian akibat penyakit jantung pun beda tipis, yaitu 8,1% untuk kelompok satu-dua hari, dan 8,4% untuk kelompok yang bergerak teratur setiap hari.
Kesimpulan studi tersebut memberikan kabar yang cukup positif bagi orang-orang yang hanya berolahraga di akhir pekan.
"Temuan studi menunjukkan bahwa bagi orang dewasa yang menghadapi kesulitan untuk berolahraga secara teratur, mencapai jumlah langkah harian yang direkomendasikan hanya beberapa hari dalam seminggu mungkin memiliki manfaat kesehatan yang berarti," tulis kesimpulan studi tersebut.
Meskipun studi ini memiliki keterbatasan-seperti hanya melacak aktivitas berbasis langkah dan tidak menghitung olahraga lain seperti bersepeda atau mendayung-para ahli menilai hasilnya sangat realistis dengan kehidupan modern.
Dr. Sean Heffron, M.D., ahli kardiologi di NYU Langone Health, mengatakan aktivitas fisik seperti berjalan kaki mampu merangsang sel tubuh, jantung, dan otot untuk menghasilkan enzim yang mendukung proses metabolisme, meningkatkan sensitivitas insulin, menjaga tekanan darah, dan mengontrol berat badan.
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]