Menkes BGS Beri Peringatan Bagi Perokok: Jangan Merasa Sehat

Linda Sari Hasibuan,  CNBC Indonesia
09 February 2026 10:15
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan dalam acara Health Summit di 25hours Hotel The Oddbird, Jakarta, Rabu (13/8/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) memberikan peringatan keras bagi para perokok. Ia menegaskan bahwa fisik yang terlihat bugar bukan jaminan paru-paru dalam kondisi aman.

Dalam keterangannya, BGS mengimbau agar para perokok segera melakukan pemeriksaan fungsi paru menggunakan alat spirometri. Hal ini berguna untuk mendeteksi dini risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan gangguan pernapasan lainnya.

"Hei para perokok jangan merasa sehat kalau foto dadanya bersih dan x-ray nya bersih. Sudah pernah coba alat spirometri. Alat ini bisa mendeteksi sumbatan di saluran napas yang seringkali tidak terlihat di foto rontgen biasa," kata BGS dalam unggahan di akun Instagram resminya yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (9/2/2026).

Lebih lanjut dia mengatakan alat spirometri dapat mengukur volume udara yang dapat dihirup dan diembuskan oleh seseorang, serta seberapa cepat udara tersebut dikeluarkan.

"Saya sudah coba tes di @rsupsurakarta, hasilnya 97% (batas normal harus di atas 80%). Kalau hasil Spirometri kalian rendah (di bawah 80%), hati- hati. Itu tanda awal PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis). Penyakit ini bikin sesak napas permanen dan penderitanya harus bergantung pada inhaler seumur hidup. Harganya? Sekitar Rp 600.000 per bulan," papar BGS.

Deteksi dini melalui spirometri ini sekaligus diharapkan dapat menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) terkait paru secara signifikan. Serta menurunkan beban biaya pengobatan jangka panjang bagi masyarakat.

"Sudah keluar uang buat beli penyakit, nanti harus keluar uang lagi buat beli inhaler. Rugi dua kali, kan? Lebih baik uang 30 ribunya buat beli telur buat gizi keluarga. Dapat protein, badan sehat, dompet aman dari tagihan obat bulanan," ungkapnya.

BGS meminta para perokok untuk segera menghentikan kebiasaan tersebut demi kesehatan keluarga. Ia juga menyoroti fenomena merasa sehat yang sering menjadi alasan para perokok menunda pemeriksaan medis.


[Gambas:Instagram]

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menkes BGS: Digitalisasi Perizinan Tenaga Kesehatan Tutup Celah Pungli


Most Popular
Features