Menkes BGS Wanti-Wanti Perempuan: Jangan Pernah Mau Sama Cowok Perokok

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
13 January 2026 15:35
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memberi keterangan pers dalam Konferensi pers penanggulangan KLB pada program prioritas makam bergizi gratis di Kementerian Kesehatan, Kamis (2/10/2025). (CNBCIndonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (CNBCIndonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan agar lebih berhati-hati dalam memilih pasangan, khususnya terhadap pria perokok. Ia menyebut kebiasaan merokok pasangan bukan sekadar urusan pribadi, tetapi berdampak langsung pada kesehatan perempuan sebagai perokok pasif.

"Untuk para perempuan, jauhi cowok perokok. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar," ujar BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dalam program #BudiGemarSharing dikutip dari Reels Instagram @bgsadikin, Selasa (13/1/2016).

Menurut BGS, meski yang merokok adalah pasangan, tubuh perempuan tetap menanggung dampak serius dari paparan asap rokok. Sebab itu bisa menempel di udara, pakaian, rambut, bahkan kulit.

"Asap rokok itu bisa masuk ke tubuh tanpa disadari dan membuat kamu menjadi perokok pasif," jelasnya.

Ia menegaskan, perempuan yang menjadi perokok pasif memiliki risiko 40% lebih tinggi terkena kanker payudara dan kanker serviks dibandingkan perempuan yang tidak terpapar asap rokok.

"Begitu jadi perokok pasif, risiko kanker payudara dan kanker serviks naik 40%. Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, membuat aktivitas harian kita jadi sulit, bahkan mendekatkan kita pada kematian," kata BGS.

Walau begitu, BGS juga menyampaikan kabar baik. Pemerintah saat ini menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas untuk membantu deteksi dini kanker, khususnya bagi perempuan yang memiliki faktor risiko.

Lewat program tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai pemeriksaan penting secara gratis, mulai dari pemeriksaan payudara klinis, USG untuk melihat jaringan payudara, hingga tes HPV DNA untuk mendeteksi dini kanker serviks.

"Kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa skrining kanker lewat layanan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas. Semuanya gratis," tegas Budi.

Ia pun mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk lebih menyayangi diri sendiri dengan rutin memeriksakan kesehatan.

"Yuk sayangi diri sendiri dan cek kesehatan gratis dari sekarang. Salam sehat," tutupnya.



[Gambas:Instagram]

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 17 Tanda Gejala Utama Kanker yang Tidak Boleh Diabaikan


Most Popular
Features