Taiwan Sebut Asal-usul Virus COVID-19 Bukan dari Pasar Wuhan

Lifestyle - Halimatus Sadiyah, CNBC Indonesia
30 September 2022 11:10
Workers put on protective suits as they wait for people living surrounding the Xinfadi wholesale market arrive to get a nucleic acid test at a stadium in Beijing, Sunday, June 14, 2020. China is reporting its highest daily total of coronavirus cases in two months after the capital's biggest wholesale food market was shut down following a resurgence in local infections. (AP Photo/Andy Wong) Foto: Aktivitas warga China di tengah pandemi (14/6/2020). (AP Photo/Andy Wong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pejabat senior di bidang kesehatan masyarakat dari Taiwan menyebut bahwa virus COVID-19 kemungkinan bukan berasal dari pasar basah di Wuhan, China, sebagaimana yang diyakini oleh mayoritas warga dunia saat ini. 

"Dugaan kami adalah pasar basah Wuhan di Huanan bukanlah asalnya," kata Lo Yi-Chun, wakil direktur jenderal di Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan, seperti dikutip dari National Review.

"[Pasar basah Wuhan] ini mungkin hanya bagian dari rantai transmisi yang penting, namun asalnya ada di tempat lain."

Meski demikian, menurut Lo, kemungkinan tempat munculnya virus COVID-19 masih di Wuhan, tetapi dia tidak bisa memastikan lokasi persisnya. Lo menyebut, WHO adalah organisasi yang seharusnya menyelidiki pertanyaan ini.

"Mungkin masih di Wuhan, misalnya laboratorium, tapi kami tidak punya bukti kuat," katanya pada Senin (26/9/2022), selama pengarahan yang diselenggarakan untuk sekelompok wartawan dalam perjalanan ke Taiwan yang disponsori oleh Kementerian Luar Negeri negara itu.

Para ahli di seluruh dunia memiliki pendapat yang berbeda-beda soal asal-usul COVID-19. Ada yang menyebut bahwa virus mematikan itu berasal dari pasar burung di Wuhan, namun teori lain menduga kemunculan virus terjadi akibat kebocoran yang tidak disengaja dari Institut Virologi Wuhan.

Pada tahun 2021, sekelompok ilmuwan terkemuka menandatangani surat yang mendesak penyelidikan asal-usul virus, termasuk kemungkinan kebocoran laboratorium.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Antibodi Vaksin Covid-19 Turun Setelah 6 Bulan? Ini Faktanya


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading