10 Wabah Penyakit Terparah dan Mematikan Sepanjang Sejarah

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
24 August 2022 10:15
Infografis/Alert! WHO Resmi Tetapkan Corona Sebagai “Pandemi”/Aristya Rahadian Krisabella Foto: Infografis/Alert! WHO Resmi Tetapkan Corona Sebagai “Pandemi”/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia saat ini sedang dilanda banyak wabah dan penyakit baru, mulai dari Covid-19 yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun, hingga yang terbaru seperti cacar monyet dan virus Langya. 

Sejarah mencatat bahwa dunia juga pernah dilanda sejumlah wabah penyakit mengerikan yang menjadi malapetaka. Ribuan bahkan jutaan orang meninggal di masa lalu karena wabah tertentu. 

Berikut ini adalah sejumlah wabah penyakit paling mematikan sepanjang sejarah yang telah mengubah dunia, mengutip Live Science:

1. Pandemi flu: 1889-1890

Virus influenza pernah mendatangkan malapetaka pada periode 1889-1890. Hanya dalam beberapa bulan, penyakit ini menyebar ke seluruh dunia dan membunuh sekitar 1 juta orang. Hanya butuh lima minggu bagi epidemi untuk mencapai puncak kematian.

Kasus paling awal dilaporkan di Rusia. Virus ini menyebar dengan cepat ke seluruh St. Petersburg sebelum akhirnya menyebar ke seluruh Eropa dan seluruh dunia, meskipun pada waktu itu perjalanan udara belum ada.

2. Polio Amerika: 1916

Epidemi polio yang dimulai di New York City menyebabkan 27.000 kasus dan 6.000 kematian di Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang anak-anak dan terkadang membuat penderita cacat permanen.

Polio terjadi secara sporadis di Amerika Serikat sampai vaksin Salk dikembangkan pada tahun 1954. Ketika vaksin tersedia secara luas, kasus di Amerika Serikat menurun.

Kasus polio terakhir di Amerika Serikat dilaporkan pada tahun 1979. Upaya vaksinasi di seluruh dunia telah sangat mengurangi penyakit ini, meskipun belum sepenuhnya diberantas.

3. Flu Spanyol: 1918-1920

Cover Insight, Flu SpanyolFoto: Arie Pratama
Cover Insight, Flu Spanyol

Diperkirakan 500 juta orang dari Laut Selatan hingga Kutub Utara menjadi korban flu Spanyol. Seperlima dari mereka meninggal dan sejumlah komunitas adat terdesak ke ambang kepunahan. Penyebaran flu dan kematian diperparah oleh kondisi tentara yang sempit dan gizi buruk pada masa perang yang dialami banyak orang selama Perang Dunia I.

Meskipun namanya Flu Spanyol, penyakit itu kemungkinan tidak dimulai di Spanyol. Pada waktu virus mulai berkembang, Spanyol adalah negara yang netral selama perang dan tidak memberlakukan sensor ketat terhadap persnya. Kondisi inilah yang diduga membuat pers bebas mempublikasikan laporan awal penyakit tersebut. Akibatnya, orang-orang secara keliru percaya bahwa penyakit itu khusus untuk Spanyol, dan nama Flu Spanyol pun mencuat.

4. Flu Asia: 1957-1958

Pandemi Flu Asia adalah wabah global lain untuk influenza yang berawal di China. Penyakit ini merenggut lebih dari 1 juta nyawa. Virus yang menyebabkan pandemi ini merupakan campuran dari virus flu burung.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat bahwa penyakit ini menyebar dengan cepat dan dilaporkan di Singapura pada Februari 1957, Hong Kong pada April 1957, dan kota-kota pesisir Amerika Serikat pada musim panas 1957. Jumlah kematian lebih dari 1,1 juta di seluruh dunia, dengan 116.000 kematian terjadi di Amerika Serikat.

5. HIV/AIDS: 1981 - Sekarang

AIDS telah merenggut sekitar 35 juta nyawa sejak pertama kali diidentifikasi. HIV, yang merupakan virus penyebab AIDS, kemungkinan berkembang dari virus simpanse yang berpindah ke manusia di Afrika Barat pada 1920-an.

Virus menyebar ke seluruh dunia, dan AIDS menjadi pandemi pada akhir abad ke-20. Sekarang, sekitar 64% dari perkiraan 40 juta yang hidup dengan human immunodeficiency virus (HIV) tinggal di sub-Sahara Afrika.

Selama beberapa dekade, penyakit ini tidak memiliki obat yang diketahui, tetapi pengobatan yang dikembangkan pada 1990-an sekarang memungkinkan orang dengan penyakit ini untuk mengalami rentang hidup normal dengan perawatan teratur.

6. Flu babi H1N1: 2009-2010

Pandemi flu babi pada 2009 disebabkan oleh varian baru virus H1N1 yang berasal dari Meksiko sebelum menyebar ke seluruh dunia. Dalam satu tahun, virus menginfeksi sebanyak 1,4 miliar orang di seluruh dunia dan membunuh antara 151.700 dan 575.400 orang, menurut CDC.

Wabah penyakit ini terutama menyerang anak-anak dan orang dewasa muda. Sekitar 80% dari kematian terjadi pada orang di bawah usia 65 tahun, CDC melaporkan. Ini merupakan hal yang sangat tidak biasa, mengingat sebagian besar jenis virus flu, termasuk yang menyebabkan flu musiman, menyebabkan persentase kematian tertinggi pada orang berusia 65 tahun ke atas.

7. Ebola: 2014-2016

A bat hangs from a branch outside Brazil's state-run Fiocruz Institute at Pedra Branca state park, near Rio de Janeiro, Tuesday, Nov. 17, 2020. Bats are thought to be the original or intermediary hosts for multiple viruses that have spawned recent epidemics, including COVID-19, SARS, MERS, Ebola, Nipah virus, Hendra virus and Marburg virus. (AP Photo/Silvia Izquierdo)Foto: AP/Silvia Izquierdo
A bat hangs from a branch outside Brazil's state-run Fiocruz Institute at Pedra Branca state park, near Rio de Janeiro, Tuesday, Nov. 17, 2020. Bats are thought to be the original or intermediary hosts for multiple viruses that have spawned recent epidemics, including COVID-19, SARS, MERS, Ebola, Nipah virus, Hendra virus and Marburg virus. (AP Photo/Silvia Izquierdo)

Ebola melanda Afrika Barat antara 2014 dan 2016, dengan 28.600 kasus yang dilaporkan dan 11.325 kematian. Kasus pertama yang dilaporkan terjadi di Guinea pada Desember 2013, kemudian penyakit ini dengan cepat menyebar ke Liberia dan Sierra Leone.

Sebagian besar kasus dan kematian terjadi di ketiga negara tersebut. Sejumlah kecil kasus terjadi di Nigeria, Mali, Senegal, Amerika Serikat, dan Eropa.

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada obat untuk Ebola, meskipun upaya untuk menemukan vaksin sedang berlangsung. Kasus Ebola pertama yang diketahui terjadi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976. Virus tersebut kemungkinan berasal dari kelelawar.

8. Virus Zika: 2015-Sekarang

Virus Zika memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit seperti Dengue, Demam Kuning, Japanese Enchepalitis, dan West Nile Virus.

Virus ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1947 yang ditemukan di air liur monyet dalam sebuah studi penyakit Demam Kuning. Virus ini diketahui pertama kali menginfeksi manusia pada tahun 1952 di Uganda dan Tanzania.

Zika biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa atau anak-anak, namun dapat menyerang bayi yang masih dalam kandungan dan menyebabkan cacat lahir.

9. Demam Kuning: 1793

Wabah penyakit mematikan dalam sejarah selanjutnya adalah demam kuning atau yellow fever. Demam kuning adalah penyakit virus yang biasanya berlangsung singkat. Dalam kebanyakan kasus, gejalanya meliputi demam, menggigil, kehilangan nafsu makan, mual, nyeri otot terutama di punggung, dan sakit kepala.

Infeksi virus ini endemik di Amerika Selatan dan Afrika sub-Sahara. Disebarkan oleh nyamuk betina, penyakit ini mendapatkan namanya karena seringkali membuat warna kulit penderitanya menjadi kuning.

Penyakit ini berasal dari Afrika dan menyebar ke Amerika Selatan pada abad ke-17. Pada abad ke-18 dan 19, demam kuning dianggap sebagai salah satu penyakit menular paling berbahaya dengan banyak epidemi melanda kota-kota besar di AS dan di bagian lain dunia.

10. Pandemi Covid-19: 2019 - Sekarang

In this Friday, April 3, 2020, photo released by Paolo Hospital Samutprakarn, a nurse adjusts tiny face shield for a newborn baby to protect from new coronavirus at the newborn nursery of the hospital in Samutprakarn province, central Thailand. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (Paolo Hospital Samutprakarn via AP)Foto: Bayi Lahir Saat Pandemi Covid-19 di Thailand (Paolo Hospital Samutprakarn via AP)

Pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, didorong oleh virus corona baru SARS-CoV-2, mungkin menjadi wabah virus paling mematikan di dunia dalam lebih dari satu abad.

Sejak deteksi awal virus pada Desember 2019 hingga pertengahan Desember 2020, virus ini menginfeksi setidaknya 75 juta orang dan menyebabkan 1,6 juta kematian.

Pada September 2021, COVID-19 telah membunuh lebih banyak orang di AS daripada flu Spanyol selama pandemi flu 1918.

Secara total, pandemi 1918 merenggut lebih dari 50 juta jiwa di seluruh dunia, dari populasi global saat itu sekitar 1,8 miliar orang. Sebagai perbandingan, populasi global saat ini hampir 8 miliar, dan pada pertengahan Agustus 2022, sekitar 6,4 juta orang telah meninggal karena COVID-19, meskipun jumlah kematian yang dikonfirmasi kemungkinan lebih rendah dari total sebenarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Boleh Lepas Masker, Bisakah Tertular Covid di Area Outdoor?


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading