Sudah Lama Negatif, Tapi Masih Anosmia? Waspadai Long Covid

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
18 August 2022 12:30
Pengunjung melakukan pemeriksaan test Covid-19 di Laboratorium Uji test Swab Covid-19 di Kawasan Cilandak, Jakarta, Rabu (9/3/2022). Pemerintah telah memperbaharui kebijakan syarat untuk melakukan perjalanan lewat moda Transportasi publik. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Pemeriksaan test Covid-19 di Laboratorium Uji test Swab Covid-19 di Kawasan Cilandak, Jakarta, Rabu (9/3/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anda sudah dinyatakan sembuh dari Corona tapi masih kehilangan kemampuan indera penciuman? Bisa jadi Anda mengalami long Covid

Long Covid didefinisikan sebagai kondisi ketika gejala berkepanjangan masih dirasakan bahkan setelah dinyatakan negatif virus. Para ahli memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 8 pasien mengalami gejala persisten setelah sembuh dari COVID-19. Beberapa gejala Long COVID diyakini bisa tersisa hingga berbulan-bulan, bahkan menahun setelah pasien dinyatakan negatif.

Para peneliti pun mulai mengidentifikasi terkait faktor risiko yang bisa menyebabkan kondisi tersebut. Dikutip dari Times of India, dalam studi terbaru, peneliti dan Italia dan Inggris berupaya mencari tahu berapa lama gejala COVID-19 bertahan. Khususnya, pada pasien dengan gejala COVID-19 relatif ringan yang mengalami hilang kemampuan mencium bau dan mengecap rasa (anosmia).

"Sebanyak 88,2 persen pasien yang melaporkan gangguan bau atau rasa terkait COVID-19 pulih sepenuhnya dalam dua tahun. Pemulihan yang terlambat terjadi pada 10,9 persen pasien," ujar peneliti, dikutip dari Times of India, Kamis (18/8/2022).

Namun, peneliti menambahkan, penelitian mereka masih memerlukan pengkajian lebih dalam terkait fenomena Long COVID. Pasalnya, ukuran sampel penelitian tersebut masih kecil dan terbatas secara geografis, serta belum mencakup evaluasi psikologis pada penyintas COVID-19.

Para ahli belum mengetahui penyebab pasti Long Covid, yang dalam jangka panjang bisa berubah menjadi berbagai kondisi. Namun, ada kemungkinan Long Covid terjadi karena pembekuan darah, virus yang tersisa atau sebagai bentuk respon imun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kenali Tanda Pasien Alami Long Covid dan Cara Mengatasinya


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading