Mulai WFO, Banyak Karyawan Ogah-ogahan hingga Pilih Resign?

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
28 May 2022 09:45
ilustasi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 memaksa sebagian besar karyawan di dunia untuk melaksanakan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Hal ini untuk memutus mata rantai Covid-19 yang mungkin saja ditularkan di tempat kerja.

Namun seiring membaiknya situasi, beberapa perusahaan kembali mewajibkan karyawannya untuk kembali bekerja dari kantor (WHO). Absensi karyawan pun dihitung dari kehadiran di tempat kerja.


Nyatanya, kembali normalnya aktivitas pekerjaan ini tidak begitu disambut baik oleh para pekerja. Di Amerika Serikat (AS), sebuah riset pada bulan Maret lalu menunjukan bahwa 50% pekerja AS lebih suka mengundurkan diri daripada dipaksa kembali ke kantor penuh waktu.

Salah satu kejadian yang disorot terkait hal ini adalah mundurnya Direktur Machine Learning Apple, Ian Goodfellow, karena kebijakan kembali ke kantor raksasa Silicon Valley.

Beberapa ahli pun menyebut tidak terkejut dengan hal ini. Profesor perilaku organisasi dan teori di Tepper School of Business Universitas Carnegie Mellon, Anita Williams Woolley, mengungkapkan bahwa sebenarnya penemuan fenomena seperti ini justru lebih lambat dari perkiraannya.

"Para pemimpin senior seperti saling mengawasi untuk melihat siapa yang akan melakukan apa yang pertama, dan apa reaksi yang akan terjadi untuk mengurangi pekerjaan jarak jauh," ujarnya seperti dikutip BBC International, Sabtu (28/5/2022).

Hal yang sama juga diungkapkan ahli lainnya, Eric Anicich. Anicich mengungkapkan bahwa mundurnya seorang figur penting di kantor ini juga akan berpengaruh bagi para pekerja. Ini juga diperparah oleh preferensi pribadi terkait Covid-19.

"Dengan sebagian besar ketidakpastian terkait Covid sekarang terangkat, pekerja mungkin mulai bertindak berdasarkan preferensi yang mereka bentuk selama dua tahun terakhir," tambahnya. "Semua hal itu akan sulit untuk dicabut, bahkan dari jarak lima hari menjadi tiga hari."

Meski begitu, Anicich juga menambahkan bahwa kemampuan pekerja untuk beralih ke pekerjaan yang lebih fleksibel akan sangat bergantung pada banyak faktor. Namun, ia menyebut mungkin bekerja secara fleksibel ini akan lebih mudah dijalankan oleh pekerja di sektor teknologi dan keuangan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Aturan Semakin Longgar, RI Makin Pede 'Berdamai' dengan Covid


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading