Beda Naik Kereta Api di Zaman Baheula vs Sekarang, Nostalgia!

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
27 May 2022 16:40
Sejumlah calon penumpang kereta api menunggu jadwal keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (25/4/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalau Anda pernah merasakan naik kereta di era akhir tahun 1990 sampai awal 2000-an, mungkin Anda masih ingat 'busuknya' kondisi di dalam gerbong kereta saat itu. Pengamen dan tukang asongan bisa masuk silih berganti, belum lagi penumpang gelap yang suka bergelantungan di KRL. 

Menilik ke belakang, kondisi kereta di Indonesia yang dulu dan sekarang memang sudah berubah signifikan. Perubahan ini terlihat mulai sistem pembelian tiket, pelayanan selama di perjalanan dan juga di stasiun. Tidak heran kini semakin banyak masyarakat menggunakan moda transportasi ini karena lebih cepat dan efisien.

KRL Rheostatik adalah KRL buatan Jepang yang dibuat dari tahun 1976 sampai tahun 1987 dengan teknologi Rheostat. Umumnya, KRL ini dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo, Hitachi, dan Kawasaki dari Jepang, untuk melayani kelas KRL Ekonomi.Foto: ist/wikipedia
KRL Rheostatik adalah KRL buatan Jepang yang dibuat dari tahun 1976 sampai tahun 1987 dengan teknologi Rheostat. Umumnya, KRL ini dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo, Hitachi, dan Kawasaki dari Jepang, untuk melayani kelas KRL Ekonomi.

Jika dulu para penumpang kereta harus rela duduk di atap gerbong sampai menggantung di jendela, maka beda jauh dengan yang terjadi saat ini. Penumpang kereta jaman dulu kerap dijuluki "bonek" atau bondo nekat karena keberanian dan aksi nekatnya. 


Para penumpang kereta zaman sekarang sudah bisa duduk nyaman tanpa harus merasakan desak-desakan. Ini karena peraturan baru yang mewajibkan setiap penumpang wajib mendapat kursi.

Untuk pembelian tiket kereta pada tahun 90-an, para penumpang kereta api harus rela antri berdesak-desakan saat hari keberangkatan. Bahkan banyak juga calo berkeliaran di sekitar stasiun dengan menjual tiket yang jauh lebih tinggi.

Ini berbeda dengan sistem pembelian tiket saat ini. Anda bisa membeli tiket jauh hari bahkan saat H-90 keberangkatan. Penumpang juga bisa memesan secara online melalui aplikasi atau biro partner PT. KAI seperti OTA, minimarket dan sebagainya. Bahkan kini Anda juga bisa pesan tiket H-3 jam sebelum keberangkatan lewat KAI Access. Beli tiket makin mudah dan bebas dari calo.

Jika dulu Indonesia masih menggunakan lokomotif uap saat ini kereta api di Indonesia tak lagi menggunakannya. Namun mayoritas sudah beralih ke lokomotif mesin diesel dan sebagian kecil mesin listrik.

Lokomotif uap saat ini hanya dioperasikan sebagai wisata sekaligus edukasi. Misalnya di Museum Kereta Api Ambarawa, di sini turis bisa ikut tur dengan menaiki kereta loko uap.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading