Internasional

Bukan Covid, India Catat Lonjakan Kematian karena Jamur Hitam

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan & Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
22 July 2021 13:10
People queue up for COVID-19 vaccine in Mumbai, India, Monday, April 26, 2021. New infections are rising faster in India than any other place in the world, stunning authorities and capsizing its fragile health system. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Jakarta, CNBC Indonesia - India telah memasuki babak baru wabah kesehatan. Saat masih berkutat dengan Covid-19, Negeri Bollywood itu melaporkan lonjakan kasus jamur hitam yang sangat signifikan.

Jamur hitam sebenarnya adalah infeksi yang sangat jarang. Hal ini disebabkan paparan jamur mukosa yang banyak ditemukan di tanah, tanaman, pupuk kandang, serta buah dan sayuran yang membusuk.


Penyakit yang juga disebut Mucormycosis atau black fungus ini, mempengaruhi sinus, otak dan paru-paru. Kematian bisa 50% terjadi pada penderita terutama yang memiliki penyakit diabetes atau penderita kekebalan tubuh yang lemah seperti kanker atau orang dengan HIV/AIDS.

Dalam data terbarunya, Menteri Kesehatan India, Mansukh Mandaviya menyebut setidaknya ada 45.374 kasus jamur hitam di negeri itu. Kasus kematian juga meningkat menjadi 4.300 orang.

Menurut data pemerintah, jumlah kasus tertinggi dilaporkan di negara bagian barat Maharashtra yaitu 9.348. Kasus juga mengalami peningkatan kasus serius khususnya di kalangan anak-anak di Negara Bagian Rajasthan.

Dr Raghuraj Hegde dari kota Bangalore mengatakan kemungkinan jumlah kasus dan kematian karena jamur hitam di India lebih tinggi dari yang dilaporkan. Ini karena sistem kesehatan yang masih belum siap untuk mendeteksi lonjakan jamur hitam.

"Umumnya, kematian terjadi dalam waktu mingguan atau bulanan setelah terinfeksi. Sistem yang ada sekarang tidak terlalu bagus mendeteksi data itu," kata Dr Raghuraj seperti dikutip dari BBC, Kamis (22/7/2021).

"Kami melihat banyak pasien yang menjalani terapi secara agresif, dipulangkan, tapi kemudian kembali lagi dengan infeksi sama yang merupakan manifestasi lebih luas di bagian mata atau otak," komentar spesialis bedah mata di Mumbai, Dr Akshay Nair.

Sebelumnya pada Mei, India pernah mengumumkan jamur hitam sebagai epidemi. Namun kasus disebut menurut di Juni 2021.

Mengutip AFP, kenaikan kasus dikaitkan dengan penggunaan berlebihan steroid untuk mengobati Covid-19. Obat ini biasa digunakan untuk pengobatan peradangan, asma, auto imun, hingga penyakit kulit.

Sebagian obat steroid yang diberikan pada pasien Covid-19 bekerja dengan cara menekan peradangan hebat dari reaksi sistem imun. Ini kemudian berdampak pada imunitas yang menurun dan jadi kesempatan untuk jamur hitam menyerang.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading