Hayo Ngaku! Nadiem: Anak Muda Paling Sulit Ikut PJJ

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
07 October 2020 14:03
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim saat memimpin upara sumpah pemuda (Dok. Kemendikbud)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19 tidak semudah dibayangkan. Banyak hal yang dihadapi oleh sekolah, orang tua, dan peserta didik saat belajar online.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa PJJ itu tidak optimal, termasuk dari sisi pencapaian pelajar. Menurutnya, PJJ tidak optimal khususnya pada anak muda atau pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi.

"Kita tahu bahwa anak muda paling sulit ikut PJJ. Mereka sulit karena butuh pertemuan fisik," kata Nadiem beberapa waktu lalu di acara Tonight Show.


Tidak ada yang menampik bahwa perkembangan teknologi memungkinkan pendidikan melakukan pembelajaran jarak jauh. Secara teori menurutnya memang bisa, tapi praktiknya tidak semudah yang dikatakan.

Untuk itu, Kemendikbud pun menyiapkan modul-modul khusus untuk orang tua di mana ini bisa dilakukan mandiri tanpa penggunaan bantuan teknologi.

"Jadi, kita menciptakan di Kemendikbud modul-modul khusus yang bagian orang tuanya jelas, sehingga peran orang tua sebagai pendamping guru saat belajar di rumah itu bisa dilakukan independen tanpa teknologi (offline)," kata dia.

Nadiem menyebut, modul tersebut bagian dari kurikulum yang legal. Guru pun dapat membina orang tua untuk melaksanakan kurikulum tersebut di rumah yang bersifat kontekstual.

Sebelumnya, dia pun menuturkan bahwa pembelajaran jarak jauh ini menimbulkan berbagai keluhan dari siswa. Dia mengatakan banyak anak mengeluhkan stres karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari para gurunya.

"Jadi, ini luar biasa. Ini karena banyaknya keluhan peserta didik, baik siswa maupun mahasiswa dan mengatakan begitu banyaknya tugas. Mereka frustasi," katanya.

Dia pun menuturkan bahwa saat ini Kemendikbud telah berupaya melakukan penyederhanaan kurikulum secara dramatis di mana setiap mata pelajaran standar, pencapaiannya akan diringkas dan fokus pada yang esensial saja.

Hal tersebut menurutnya dibuat agar para peserta didik tidak ketinggalan pelajaran setelah pandemi Covid-19 ini berakhir.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading