Lifestyle

Gila! Miliuner Ini Rela Beri Semua Kekayaan Buat Amal

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
30 September 2020 16:52
Chuck Feeney (Tangkapan Layar via Facebook Chuck Feeney)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjadi miliuner adalah puncak pencapaian bagi semua orang yang giat bekerja keras dan cerdas. Namun ini berbeda dengan yang dilakukan Chuck Feeney.


Tidak puas hanya dengan menjadi miliuner, Feeney telah menetapkan tujuan yang jauh untuk dirinya sendiri. Chuck Feeney memberikan seluruh kekayaannya saat dia masih hidup.


Melansir BBC International, pengusaha asal Amerika telah menyumbangkan hampir US $ 9 miliar (Rp 134 triliun) di seluruh dunia melalui yayasan pribadinya, Filantropi Atlantik. 
Pria berusia 89 tahun yang lahir dari orang tua keturunan Irlandia-Amerika juga telah memberikan $ 570 juta (Rp 8,5 triliun) ke Irlandia Utara selama empat dekade.


Lantas, siapakah Chuck Feeney?

Bernama lengkap Charles F Feeney, dia lahir di Elizabeth, New Jersey pada tahun 1931, selama krisis Depresi Hebat melanda Paman Sam. Ibunya bekerja sebagai perawat rumah sakit dan ayahnya adalah penjamin asuransi.

Pengusaha itu menghasilkan uang dengan menjual barang-barang mewah bebas bea kepada para pelancong di seluruh dunia. Conor O'Clery, yang menulis biografi Mr Feeney mengatakan bahwa Feeney begitu terkesan dengan tulisan terkenal Carnegie "Wealth" yang mengatakan hal-hal seperti "mati dalam keadaan kaya, sama dengan mati dengan malu".

Dia kemudian mendirikan Atlantic Philanthropies tahun 1982, sebuah organisasi internasional yang didirikan untuk mendistribusikan kekayaannya untuk tujuan baik dan proyek yang dia dukung di seluruh dunia. 
Bidang minat utama yayasan itu adalah kesehatan, pendidikan, rekonsiliasi, dan hak asasi manusia.

Selama 15 tahun pertama misi filantropisnya, Feeney menyumbangkan uang secara rahasia yang membuatnya dijuluki 'James Bond' filantropi. Pada 1997, ia baru bersedia menunjukkan jati dirinya.

Feeney memiliki lima anak, yakni empat putri dan satu putra. Mereka telah diberikan uang melalui ibu mereka, istri pertama Feeney.



Kini, Feeney tinggal di sebuah apartemen dua kamar tidur di San Fransisco bersama istrinya Helga dan mereka telah melakukan perjalanan untuk memeriksa proyek-proyek yang mereka sumbang di seluruh dunia.

Queens University Belfast (QUB) adalah salah satu penerima bantuan terbesar Feeney dari 1993-2015, dengan total hadiah $ 132 juta (Rp 1,9 triliun). Universitas itu menjadi penerima tunggal dari Atlantic Philanthropies, ketika diberikan $ 24 juta (Rp 358 miliar) pada tahun 2012.

Landasan lain dari filantropi Feeney di Irlandia Utara adalah mempromosikan pendidikan terintegrasi dalam upaya rekonsiliasi dan pembangunan perdamaian. Christopher Oechsli, presiden dari Atlantic Philanthropies, mengatakan kehormatan untuk mendukung begitu banyak proyek di Irlandia Utara sejak pertama kali beroperasi di sini pada tahun 1991.

"Sangat menggembirakan melihat kemajuan yang dibuat dan cara kelompok-kelompok yang didukung Atlantik terus mendorong perubahan di masa-masa sulit ini," katanya.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading