Bukan Pesugihan! Tips Jadi Miliuner dari Orang Terkaya Dunia

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
10 June 2021 10:30
CEO of LVMH Bernard Arnault presents the group's 2019 results during a press conference, in Paris, Tuesday, Jan. 28, 2020. (AP Photo/Thibault Camus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Taipan mode Prancis Bernard Arnault sempat menduduki peringkat pertama orang terkaya di dunia, menggeser posisi Jeff Bezos dan Elon Musk, pada akhir Mei lalu.

Kini Arnault menduduki posisi ketiga orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih US$ 194.5 miliar, setara Rp 2.771 triliun (asumsi Rp 14.200/US$). Lalu bagaimana Arnault memulai debutnya sebagai orang Eropa terkaya dan masuk 10 besar orang terkaya di dunia?


Berikut tipsnya, sebagaimana dilansir dari CEOWorld.

1. Tidak Terobsesi dengan Uang

Arnault adalah salah satu pengusaha yang tidak mencari pendekatan terfokus pada uang tetapi memperhatikan potensi yang dapat dihasilkan oleh strategi yang diterapkan. Namun ini juga menjadi pelajaran yang cenderung diikuti oleh banyak miliarder lainnya.

"Uang hanyalah konsekuensi. Saya biasanya memberi tahu tim saya untuk tidak terlalu khawatir tentang keuntungan. Jika Anda melakukan pekerjaan Anda dengan baik, keuntungan akan datang," kata Arnault.

2. Jangan Hanya Memikirkan Diri Sendiri

Perbedaan antara Arnault dan miliarder lain, seperti Elon Musk atau Bill Gates, adalah prioritasnya, yakni dia hanya peduli untuk mempromosikan mereknya, bukan dirinya sendiri. Maka tidak heran ia jarang muncul dalam pemberitaan mengenai pribadinya.

Beberapa pengusaha seperti dua yang disebutkan di atas telah menciptakan citra pribadi bersama dengan pencapaian bisnis mereka untuk memastikan bahwa mereka akan tetap berada di kancah publik.

Di sisi lain, pengusaha Prancis tidak pernah menjadi wajah perusahaannya, tetapi selalu fokus pada produk, membuat mereka bertahan lebih lama. Arnault paham strategi bisnisnya harus fokus pada desainer dan orang-orang yang bertanggung jawab atas produk yang dia kerjakan.

"Yang menghibur saya adalah mencoba mengubah kreativitas menjadi realitas bisnis di seluruh dunia. Untuk melakukan ini, Anda perlu tetap berhubungan dengan pelopor dan desainer, tetapi juga membuat ide-ide mereka lebih spesifik dan berkelanjutan," katanya.

3. Percaya Diri pada Visi Sendiri

"Saya ingat orang-orang mengatakan kepada saya bahwa tidak masuk akal untuk menggabungkan begitu banyak merek, tetapi pada akhirnya itu sukses. Itu adalah kesuksesan yang diakui dan selama 10 tahun terakhir setiap pesaing telah mencoba mengikuti kami. Saya pikir mereka tidak berhasil, tetapi mereka mencoba," kata Arnault.

Dia mulai membeli merek ini pada 1980-an, dan berhasil menjadi salah satu miliarder paling penting di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Seperti pria sukses lainnya, dia menolak untuk mendengarkan kritik dan pada akhirnya mengikuti visinya sendiri, menunjukkan strategi yang sangat baik.

"Dalam bisnis, kami akan selalu menemukan suara-suara yang berbeda, dan meskipun pasti akan ada nasihat yang baik, jika Anda berpikir sebuah ide akan berhasil, Anda mungkin harus terus berjalan sampai akhir," katanya.

4. Jangan Kehilangan Kontak dengan Perusahaan

"Salah satu kesalahan kepemimpinan terburuk adalah melupakan perusahaan saat kita berada di puncak," kata Arnault.

Menurutnya seseorang benar-benar harus melihat setiap sudut dan setiap bagian mesin untuk melihat apakah itu bekerja dengan baik atau apakah ada ruang untuk perbaikan. "Saya sering memberi tahu tim saya bahwa kami harus bertindak seperti kami adalah bagian dari bisnis kecil," katanya.

Arnault juga mengaku tidak sering berada di kantor. Ia lebih senang mengunjungi toko-toko setiap minggu dan bertemu serta berdiskusi dengan manajer toko.

"Saya ingin melihat mereka di toko, bukan di kantor mereka melakukan pekerjaan kantor," pungkasnya. Ini adalah bagaimana Arnault menggambarkan proses menjaga kontak dengan perusahaan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading