Internasional

Alamak! Harta Ratu Elizabeth Bakal Ludes Rp 372 M per Tahun

Lifestyle - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
25 September 2020 08:57
Britain's Queen Elizabeth II attends a special exhibition celebrating the 200th anniversary of the birth of Queen Victoria which marks this year's Summer Opening of Buckingham Palace in London, Britain, July 17, 2019. Victoria Jones/Pool via REUTERS

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah corona (Covid-19) ternyata menyerang keuangan keluarga kerajaan Inggris. Keuangan Ratu Elizabeth II diprediksi akan turun hingga US$ 25 juta (Rp 372 miliar) beberapa tahun ke depan.

Perkiraan ini muncul dari laporan terbaru keuangan kerajaan, atau dikenal dengan nama Sovereign Grant.



Ini adalah pembayaran tahunan dari pemerintah Inggris ke ratu, yang sebenarnya adalah rekening pengeluaran untuk menutup biaya perjalanan, keamanan, staf dan pemeliharaan istana kerajaan.

Penguncian alias lockdown yang dilakukan pada Maret akibat pandemi membuat hilangnya pendapatan yang dihasilkan dari kunjungan publik.

"Akan ada penurunan signifikan dalam pendapatan dari Royal Collection Trust karena dampak Covid -19 telah mempengaruhi jumlah kunjungan mereka," ujar penyusun anggaran Sir
Michael Stevens, briefing Istana Buckingham Kamis (24/9/2020), dikutip AFP.

"Ini membuat proyeksi akan kekurangan pendapatan menjadi 5 juta pound (US$ 25 juta) per tahun untuk tiga tahun ke depan."




Pada tahun anggaran yang berakhir hingga Maret 2020, Sovereign Grant membayar tugas resmi ratu dan pemeliharaan istana senilai US$ 105 juta. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Secara hukum Sovereign Grant tidak bisa turun dari tahun ke tahun. Monarki menjadi semakin sadar biaya mengingat pengawasan publik yang lebih luas atas segala urusan keluarga kerajaan.

Tetapi Stevens mengatakan pembayar pajak Inggris tidak akan diminta untuk menanggung kekurangan tambahan. Apalagi saat jutaan orang menderita penurunan pendapatan atau langsung kehilangan pekerjaan akibat wabah.

"Dalam menanggapi kedua tantangan keuangan ini, kami tidak berniat meminta dana tambahan dan akan berusaha mengelola dampaknya melalui upaya dan efisiensi kami sendiri, "kata Stevens lagi.

"Keluarga Kerajaan telah melembagakan pembekuan gaji dan perekrutan baru dan secara aktif melihat pemotongan pengeluaran non-esensial", sebut senior kerajaan menambahkan Stevens.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading