Internasional

Menakjubkan! 2 Kali Vietnam Kalahkan Corona, Apa Rahasianya?

Lifestyle - sef, CNBC Indonesia
24 September 2020 12:26
Motorcyclists wearing masks stop at for traffic lights in Hanoi, Vietnam Tuesday, April 14, 2020. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (AP Photo/Hau Dinh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vietnam kembali mengalahkan corona (Covid-19). Padahal, negara itu juga sempat terkena serangan kedua virus yang pertama merebak di Wuhan, China tersebut.

Pada akhir Juli, ditemukan 550 kasus corona di wilayah kota Da Nang. Namun saat ini, sudah dua minggu tak ada kasus di negeri itu.



Lalu apa rahasia Vietnam?

Dikutip dari media Australia abc, sejak awal pemerintah Vietnam bertindak cepat dan keras dalam melawan virus. Setelah pertama kali terdeteksi di Januari, penerbangan di dan ke Wuhan dibatalkan.

Pada Maret, hampir semua perbatasan negara ditutup. Pengujian, pelacakan kontak dilakukan dengan agresif termasuk kampanye kesehatan masyarakat dengan cepat dimobilisasi.

"Public buy-in, sangat penting untuk kesuksesan ini," kata Dana Moneter Internasional (IMF) memuji Vietnam saat itu.

"Dari tahap awal, komunikasi tentang virus dan strateginya transparan."

Pemerintah menggunakan berbagai cara kreatif untuk mengomunikasikan pesan tentang gejala corona, cara mencegah dan mengujinya. Termasuk melalui outlet media pemerintah, media sosial, pesan teks dan lagu tentang pentingnya mencuci tangan.




Sudah sejak Maret, masker menjadi hal wajib bagi semua orang di luar ruangan. Tak ada penolakan untuk menggenakan masker.

"Vietnam sangat terbiasa dengan penyakit menular ... telah banyak wabah penyakit menular selama 20 tahun terakhir," kata Guy Thwaites, Direktur Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford yang berbasis di Kota Ho Chi Minh.

"Ini bukanlah respons berteknologi tinggi, ini respons yang sangat cepat dan terorganisir dengan sangat baik."

Penguncian nasional yang ketat diberlakukan dari 1 April hingga 22 April. Ratusan ribu orang yang diduga terpapar dikarantina di rumah sakit dan di rumah.

"Setiap warga adalah seorang tentara, setiap rumah, dusun, daerah pemukiman adalah benteng dalam memerangi pandemi," kata Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc.

Berbeda dengan negara lain, usia rata-rata yang terinfeksi sekitar 30 tahun. Ini disebut menyebabkan minimnya angka kematian di negara itu.

Namun pada Juli 2020, penyakit ini muncul lagi di Da Nang. Bahkan menyebabkan kematian pertama di negara itu tepatnya pada 31 Juli, ketika seorang pria berusia 70 tahun meninggal.

Kasus meningkat jadi ratusan setelah itu hanya dalam beberapa hari. Setengah dari total kasus Vietnam sejak dimulainya pandemi.

Dari data WHO, 98% kasus terkait sebuah rumah sakit besar di kota itu. Pasien rata-rata pernah mengunjungi rumah sakit dan ke Da Nanhg.

Alhasil kota itu dikunci dengan perjalan keluar masuk yang sangat dibatasi. Pengujian skala besar juga dilakukan, jika ada hasil positif, maka semua sampel akan diuji secara individual.

"Seluruh rumah tangga menjadi satu sampel,"kata seorang Prof Thwaites, seraya menambahkan komunitas atau lingkungan dengan kasus yang diketahui menjadi sasaran pertama.

"Dengan cara itu mereka dapat menguji setara dengan sekitar 100.000 orang melalui sekitar 20.000 tes. Ini memungkinkan mereka untuk menghemat banyak waktu dan uang."

WHO sebelumnya melaporkan sepertinga dari rumah tangga di Da Nang sudah diuji. Itu dimulai 3 hingga 10 September saja.

"Penguncian jauh lebih ketat daripada yang terakhir kali dan tanggapan di jalan kami bagus, mereka menemukan sebuah kasus dan segera menguncinya," kata Jos Aguiar, seorang Australia yang bekerja untuk perusahaan properti Vietnam di Da Nang.

"Di lingkungan kami, mereka membarikade kedua sisi jalan, ini merupakan ketidaknyamanan, tapi saya senang dengan cara Vietnam menanganinya."




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading