Internasional

Warning IMF Soal Dampak Corona, Sakitnya Menahun Sulit Sembuh

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
24 September 2020 12:13
FILE PHOTO: The International Monetary Fund (IMF) headquarters building is seen ahead of the IMF/World Bank spring meetings in Washington, U.S., April 8, 2019. REUTERS/Yuri Gripas/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis virus corona (Covid-19) akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan dan beberapa negara akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa kembali mencatatkan pertumbuhan.

Hal ini ditegaskan pejabat Dana Moneter Internasional (IMF), Rabu (23/9/2020). Untuk itu, IMF mengaku bekerja sama dengan negara-negara anggota tentang cara mengatasi pandemi dan cara mengurangi dampak ekonominya.


"Kami mencoba untuk mempertahankan kekuatan finansial kami," kata Wakil Direktur Pelaksana Pertama Geoffrey Okamoto pada acara online yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional ditulis Reuters.

"Kami berbicara tentang ... kembali ke pertumbuhan yang akan memakan waktu beberapa tahun, dan banyak negara yang mungkin membutuhkan bantuan."

Menurut seorang juru bicara IMF, lembaga itu telah menyediakan sekitar US$ 90 miliar dalam total pembiayaan kepada 79 negara, termasuk 20 negara di Amerika Latin. Pendanaan itu sudah diluncurkan sejak dimulainya krisis kesehatan.

IMF mengungkapkan ekonomi Amerika Latin dan Karibia adalah yang paling terpukul di dunia oleh pandemi. Wilayah ini melaporkan sekitar 8,4 juta kasus virus corona dan lebih dari 314.000 kematian. Itu merupakan angka infeksi tertinggi dibandingkan wilayah mana pun.

Lembaga itu tengah berdiskusi dengan negara Kelompok 20 (G20) soal memperpanjang penundaan pembayaran utang dan berupaya melibatkan swasta. Saat ini negara-negara berpenghasilan rendah mendapat keringanan penundaan pembayaran utang di bawah Inisiatif Penangguhan Layanan Utang (DSSI).

Inisiatif yang disetujui negara anggota G20 pada April itu akan berakhir pada akhir tahun. Tetapi para ahli dan pejabat pemerintah di banyak negara telah menyerukan dukungan untuk memperpanjangnya hingga 2021.

Salah satu yang mendukung perpanjangannya adalah kelompok G7. Para menteri kelompok tersebut sepakat untuk mempertimbangkan perpanjangan DSSI pada Agustus lalu.

"Masalah keberlanjutan utang menjadi prioritas utama bagi pejabat IMF," kata Okamoto, sebelum menambahkan bahwa banyak negara di Amerika Latin mengalami kesulitan utang sebelum virus corona melanda. Wabah itu kini memperburuk tekanan tersebut.

Akibat krisis kesehatan, pembatasan sosial dilakukan sejumlah negara. Alhasil pertumbuhan mengalami kontraksi. Bahkan, 45 negara di dunia jatuh ke jurang resesi, termasuk Singapura dan sebagian negara Eropa


[Gambas:Video CNBC]

(res/res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading