Awas Ada Hand Sanitizer Berbahaya, Bisa Buta hingga Meninggal

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
23 July 2020 11:32
Caitlin Bagenstose makes hand sanitizer at the Eight Oaks Farm Distillery in New Tripoli, Pa., Monday, March 16, 2020. Chad Butters, who founded the distillery, grew increasingly angry as he saw the skyrocketing price of hand sanitizer. So he decided to do something about it: He's temporarily converting his operation into a production line for the suddenly hard-to-find, gooey, alcohol-based disinfectant. (AP Photo/Matt Rourke)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah pandemi virus corona, menjaga kesehatan tubuh dan tangan merupakan hal penting. Tak ayal, penggunaan hand sanitizer menjadi kebiasaan baru agar lebih praktis dari pada mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Namun baru-baru ini, Food and Drug Administration (FDA) AS telah memperluas daftar beberapa hand sanitizer berbahaya. Sebanyak 75 merek yang memuat metanol (metil alkohol/wood alkohol/spiritus) yang dapat menyebabkan cedera atau kematian, dilarang dikonsumsi konsumen AS.


FDA mengatakan saat dipasarkan, hand sanitizer tersebut menulis mengandung etil alkohol atau etanol. Namun saat diteliti, justru methanol-lah yang terdapat di dalamnya. Jika metanol diserap melalui kulit maka dapat menyebabkan kebutaan. Bahkan, efek kematian juga dapat disebabkan jika tertelan.

Permintaan hand sanitizer yang melonjak menimbulkan sejumlah merek-merek baru yang meragukan dari segi kesehatan. Sebagian besar, diimpor dari Meksiko.

"Sayangnya, ada beberapa perusahaan mengambil keuntungan dari peningkatan penggunaan pembersih tangan selama pandemi dan mengorbankan nyawa dalam risiko dengan menjual produk dengan bahan berbahaya dan tidak dapat diterima," kata Komisaris FDA Dr. Stephen Hahn dalam sebuah pernyataan dikutip dari NBC News.

"Konsumen dan penyedia layanan kesehatan tidak boleh menggunakan pembersih tangan yang mengandung metanol."

FDA pertama kali memperingatkan tentang sembilan produk buatan Meksiko pada bulan Juni. Sejak itu, lusinan produk lainnya telah ditambahkan ke dalam daftar.

"Kami sangat menyadari situasi ini dan kami sedang waspada," Chris Krese, wakil presiden senior, pemasaran, komunikasi & hubungan media di National Association of Chain Drug Stores.

Sebelumnya, 10 orang meninggal di Arizona dan New Mexico karena hand sanitizer. Beberapa kasus membeli cairan pembersih tangan dari toko kelontong tetapi merek tersebut tidak diketahui.

Selain itu ada dua kasus warga menderita kebutaan permanen. FDA meminta warga mengecek terlebih dulu sebelum membeli.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading