Internasional

Wow! Para Gadis di Kuba Rayakan Kedewasaan dengan Masker

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 July 2020 16:35
Idania Espanola, 63, poses for a photo showing a women's bra's, before adapting it to wear it as a mask, as a precaution against the spread of the new coronavirus in Cojimar, Cuba, east of Havana, Tuesday, March 31, 2020. Cuban authorities are requiring the use of masks for anyone outside their homes. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penggunaan masker meningkat pasca munculnya wabah virus corona (Covid-19) yang menyebar lewat droplet, dan kini disinyalir dapat menyebar lewat udara (airborne).

Sayangnya masih banyak dari masyarakat global yang enggan mengenakan masker sebagai langkah preventif agar virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini tidak masuk ke dalam tubuh.



Namun tidak dengan para remaja perempuan di Republik Kuba. Mereka mengubah masker menjadi aksesori fesyen kekinian untuk menyempurnakan pemotretan "quinceanera" mereka.

Quinceanera adalah sebuah perayaan dan ritual yang lazim dilakukan di Amerika Latin, melambangkan masuknya seorang anak perempuan menjadi wanita dewasa ketika menginjak usia 15 tahun.

Secara tradisional, quinceanera yang dalam bahasa Spanyol berarti '15 tahun', menunjukkan kemurnian dan kesiapan wanita dewasa untuk menikah. Mereka biasanya merayakan hal ini dengan melakukan pemotretan yang bertema glamor.

"Saya harus mendesain masker wajah agar sesuai dengan pakaian saya, dan agar semua warna bisa berfungsi," ujar Sofia Valenzuela, gadis yang sedang berulang tahun ke-15 di sela pemotretan pantai dengan gaun putih.

"Masker wajah itu sangat penting karena menandai tahap penting dalam hidup saya... tiga bulan pandemi ini," lanjutnya.

Valenzuela memang melakukan beberapa pemotretan tanpa mengenakan masker, seperti saat pengambilan gambar di pantai. Ia baru mulai mengenakan masker ketika sedang pemotretan di perkotaan.



Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, gadis tersebut berpose di depan dinding Havana yang ditutupi dengan grafiti warna-warni. Ia mengenakan atasan hitam, rok mini kotak-kotak hitam dan putih, serta tidak lupa masker wajah dengan warna yang serasi.

Migdalaixis Sanchez, penjahit masker Valenzuela mengatakan ia menyambungkan garis-garis hitam dan putih sebagai bahan masker kain. Beberapa toko masih tutup setelah adanya aturan penguncian (lockdown), sehingga membuat topeng yang cocok tidak selalu mudah.

"Saya harus berinovasi. Kau harus menyenangkan mereka yang merayakan quinceanera mereka," kata Sanchez.

Sementara fotografer Manuel Padron, yang selama lebih dari 10 tahun memotret gadis-gadis untuk quinceanera mereka, mengatakan jika masker wajah yang digunakan mereka "seolah-olah itu adalah bagian dari keseluruhan pertunjukan."

Sejak awal munculnya wabah, Pemerintah Kuba langsung mewajibkan setiap masyarakat untuk mengenakan masker saat berada di ruang publik. Dengan adanya aturan ini, membantu menekan penyebaran virus di negara kepulauan tersebut.

Terbukti pada Senin (20/7/2020), tercatat nol kasus positif secara nasional. Kuba kini memiliki 2.449 kasus positif, 87 kasus kematian, dan 2.321 pasien berhasil sembuh per Rabu (22/7/2020), menurut data Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading