7 Negara Ini Dulunya Kaya Sekarang Jatuh Miskin, Kok Bisa?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
15 March 2022 11:10
Workers load merchandise into Humberto Aguilar's truck next to a papaya seller at the wholesale market in Barquisimeto, Venezuela January 30, 2018. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins SEARCH

Jakarta, CNBC Indonesia - Nasib suatu negara bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Ternyata, banyak negara yang sekarang dianggap miskin atau berpenghasilan rendah dahulunya adalah negara kaya dan makmur.

Lantas mana saja negara itu? Berikut daftarnya!

1. Mali


Mali pernah dikenal sebagai negara kaya di Afrika. Ini karena Mali memiliki cadangan emas dunia yang yang diperdagangkan dengan pedagang dari Mesir, Persia, Venesia, dan Genoa.

Setelah kehancuran kerajaan abad ke 16, kekuatan dan kekayaannya berkurang dan belum pulih sejak itu. Saat ini, sebagian besar penduduknya bergantung pada pertanian musiman dan hidup sederhana. PBB memasukkan Mali pada daftar 47 negara dengan pembangunan tertinggal.

2. Irak

Irak adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia pada tahun 1960-1970an. Pendapatannya dihasilkan dari minyak bumi sebagai produsen kedua terbesar di dunia, sekaligus negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Pada tahun-tahun maju tersebut, Irak mencapai kejayaan dalam infrastruktur, perawatan kesehatan, dan layanan sosialnya. Namun kejayaan Irak pudar setelah terjadi konflik terus menerus dengan negara tetangganya. Kondisi ini diperparah dengan kontroversi perebutan kekuasaan di dalam negeri.

3. Kuba

Late Cuban President Fidel Castro is seen on a screen as he delivers a speech during a May Day rally in Havana, Cuba May 1, 2019. REUTERS/Alexandre MeneghiniFoto: Presiden Kuba Fidel Castro terlihat di layar saat ia menyampaikan pidato pada rapat umum Hari May di Havana, Kuba 1 Mei 2019. REUTERS / Alexandre Meneghini
Late Cuban President Fidel Castro is seen on a screen as he delivers a speech during a May Day rally in Havana, Cuba May 1, 2019. REUTERS/Alexandre Meneghini

Kuba sempat menjadi salah satu negara dengan Gross Domestic Product (GDP) per kapita tertinggi di Benua Amerika. Negara ini juga sempat mencatat angka kepemilikan mobil dan telepon tertinggi, serta ikut dalam booming industri gula dan pariwisata. Selain itu, Kuba juga sempat menjadi lokasi favorit orang kaya Amerika bermain judi.

Sayangnya ketimpangan ekonomi pada 1950an yang semakin parah membuat rakyat jengah. Kondisi makin parah akibat kekuasaan militer yang represif, kejahatan yang terorganisir, perdagangan narkoba, serta prostitusi.

4. Zimbabwe

Sejak tahun 2000, Zimbabwe telah beralih dari negara yang paling kaya menjadi termiskin hingga butuh bantuan. Zimbabwe mengalami bencana ekonomi mulai dari ekstrim hiperinflasi hingga resesi yang berdampak buruk pada kehidupan masyarakat.

Sebelumnya pada 1980, Zimbabwe adalah negara yang terkenal dengan kekayaan alam dan memiliki industri pertanian handal. Situasi memburuk pada 1990an hingga pada 2000 presiden saat itu Mugabe memutuskan merebut tanah pertanian milik ras lain. Kebijakan ini berdampak buruk karena lahan tak diolah dengan baik hingga produksi terus anjlok.

5. Nauru

Pada 1970an Nauru adalah negara kaya yang menarik keuntungan dari cadangan fosfat. Barang tambang ini adalah komponen kunci industri pupuk, yang sangat membantu perekonomian negara tersebut. Pemerintah dan masyarakat Nauru sempat merasakan hidup mewah.

Nauru sebetulnya sudah mempertimbangkan alternatif lain saat cadangan fosfat makin sedikit. Pemerintah menginvestasikan sejumlah dana dengan harapan memperoleh sumber pemasukan baru. Sayangnya dana tidak dikelola dengan baik, hingga Nauru jatuh dalam jeratan utang. Kondisi ini diikuti bangkrutnya sistem perbankan dan telekomunikasi yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

6. Venezuela

A resident fills a tall container with water provided by a government water truck, in the Petare slum of Caracas, Venezuela, Wednesday, June 10, 2020. Amid water shortages during the COVID-19 pandemic, the government is providing free water to some areas. (AP Photo/Ariana Cubillos)Foto: Krisis Air Bersih Venezuela Ditengah Pandemi (AP/Ariana Cubillos)
A resident fills a tall container with water provided by a government water truck, in the Petare slum of Caracas, Venezuela, Wednesday, June 10, 2020. Amid water shortages during the COVID-19 pandemic, the government is providing free water to some areas. (AP Photo/Ariana Cubillos)

Negara ini dulunya memang tidak termasuk miskin atau sangat perlu bantuan. Sayangnya Venezuela sangat bergantung pada cadangan minyak bumi hingga 90 persen pendapatan negaranya bergantung pada industri barang tambang tersebut.

Akibatnya, Venezuela merasakan dampak buruk saat harga minyak bumi jatuh pada 2014. Negara ini mengalami hiperinflasi sehingga masyarakat tak mampu memenuhi kebutuhannya. Akibatnya terjadi keributan di dalam negeri, yang makin parah akibat Amerika tidak mau merestrukturisasi utang Venezuela.

7. Latvia

Dulunya, Latvia merupakan negara yang kaya raya di dataran Eropa, bahkan melebihi Finlandia, Denmark, dan Uni Soviet. Hal tersebut karena Latvia kaya akan sumber daya kayu dan hasil bumi, sehingga negaranya maju. Namun pada perang dunia II, Latvia dikuasai oleh Nazi dan Soviet yang membuat negara ini miskin dan tertinggal hingga sekarang.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading