Omset Jeblok, Burberry PHK 500 Karyawan

Lifestyle - suhendra, CNBC Indonesia
15 July 2020 18:09
Burberry

Jakarta, CNBC Indonesia - Merek fesyen mewah asal Inggris, Burberry, berencana memangkas 500 karyawannya. Penjualan merek mewah ini kolaps akibat kebijakan lockdown yang dilakukan banyak negara dunia akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Sepanjang kuartal I tahun fiskal 2020 (April-Juni 2020), angka penjualan Burberry jeblok 45% menjadi 247 juta poundsterling (US$ 322 juta) atau sekitar Rp 4,5 triliun.

Bisnis Burberry terhantam keras oleh pandemi, karena memang penjualannya mengandalkan pembelian dari para turis yang belanja di sejumlah negara, termasuk penjualan di bandara-bandara internasional dunia. Namun ada tanda-tanda perbaikan penjualan di China selaku pasar utama.

Perusahaan yang sudah tercatat di bursa saham London ini berencana untuk menghemat pengeluaran hingga 55 juta poundsterling per tahun.

"Sebagai ganti dari penghematan ini, akan ada sekitar 5% pegawai di dunia yang kena imbas, atau 500 dari 10.000 pegawai, termasuk di Inggris," kata seorang juru bicara Burberry dilansir dari AFP, Rabu (15/7/2020). Sekitar 150 pekerjaan kantoran akan dipangkas di Inggris.



CEO Burberry, Marco Gobbetti, mengatakan butuh waktu untuk memulihkan permintaan di tengah pandemi. "Pada kuartal I-2020, penjualan terimbas parah karena turunnya permintaan barang-barang mewah akibat Covid-19," katanya.

Sebelumnya juga diberitakan, perusahaan pemegang merek Calvin Klein dan Tommy Hilfiger, yaitu PVH Corp, berencana mengurangi 450 karyawannya di Amerika Utara, dan menutup 162 toko. Krisis pandemi virus corona (Covid-19) menghantam bisnis mereka.

Rencana PHK ini mencakup 12% dari seluruh karyawan yang dimiliki oleh PVH Corp. Kebijakan PHK bakal menghemat biaya US$ 80 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun per tahun.


[Gambas:Video CNBC]




(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading