Ngeri! Ilmuwan: Corona Juga Rusak Jantung, Hati, Hingga Otak

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
28 June 2020 18:45
INFOGRAFIS, Mengenal Virus Corona dan Cara Mencegahnya

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan mulai memahami bahwa banyak masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus corona baru penyebab Covid-19. Beberapa di antaranya mungkin memiliki efek yang melekat pada pasien dan sistem kesehatan secara keseluruhan hingga bertahun-tahun lamanya.

Selain masalah pernapasan yang membuat pasien terengah-engah, virus itu juga menyerang banyak sistem organ, dan dalam beberapa kasus menyebabkan kerusakan parah.

"Kami pikir ini hanya virus pernapasan. Ternyata virus juga menyerang pankreas, jantung, hati, otak, ginjal dan organ-organ lain. Kami tidak melihat itu pada awalnya," kata Dr. Eric Topol, seorang ahli jantung sekaligus direktur pada Scripps Research Translational Institute di La Jolla, California, Amerika Serikat.

Selain gangguan pernapasan, pasien terinfeksi Covid-19 juga dapat mengalami gangguan pembekuan darah yang dapat menyebabkan stroke, dan peradangan ekstrem yang menyerang berbagai sistem organ. Virus ini juga dapat menyebabkan komplikasi neurologis yang berkisar dari sakit kepala, pusing dan kehilangan rasa, kejang-kejang dan kebingungan.


Pemulihannya pun lambat dan mahal yang berdampak besar pada kualitas hidup. Manifestasi luas dan beragam Covid-19 agak unik, kata Dr. Sadiya Khan, ahli jantung di Northwestern Medicine di Chicago, seperti dilansir Asia One, Minggu (28/6/2020).



Khan mengatakan, orang dengan kondisi penyakit jantung yang mendasarinya juga berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi. mengejutkan tentang virus ini adalah tingkat komplikasi yang terjadi di luar paru-paru.

Khan percaya akan ada pengeluaran besar untuk perawatan kesehatan dan beban bagi individu yang selamat dari Covid-19. Pasien yang berada di unit perawatan intensif atau pada ventilator selama berminggu-minggu perlu menghabiskan waktu yang lama di ruangan rehabilitasi untuk mendapatkan kembali mobilitas dan kekuatan.



"Ini bisa memakan waktu hingga tujuh hari untuk setiap hari Anda dirawat di rumah sakit untuk memulihkan kekuatan seperti itu. Lebih sulit jika kamu makin tua dan kamu mungkin tidak akan pernah kembali ke level fungsi yang sama," kata Khan. 


Studi baru saja dilakukan untuk memahami efek jangka panjang dari infeksi Covid-19. Demikian kata Jay Butler, wakil direktur penyakit menular di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, kepada wartawan.


"Kami mendengar laporan tentang orang-orang yang kelelahan terus-menerus, sesak napas. Berapa lama itu akan berlangsung sulit dikatakan," kata Butler. 

Sementara itu Dr Helen Salisbury dari University of Oxford menulis dalam British Medical Journal bahwa gejala Covid-19 biasanya sembuh dalam dua atau tiga minggu. Diperkirakan 1 dari 10 pasien mengalami gejala yang berkepanjangan.

Salisbury mengatakan banyak pasiennya yang memiliki hasil rontgen dada normal dan tidak ada tanda-tanda peradangan, tetapi mereka masih belum kembali normal.

"Jika sebelumnya Anda berlari 5 kilometer tiga kali seminggu dan sekarang merasa terengah-engah setelah satu tangga, atau jika Anda batuk tanpa henti dan terlalu lelah untuk kembali bekerja, maka ketakutan bahwa Anda mungkin tidak akan pernah mendapatkan kembali kesehatan Anda dari sebelumnya adalah sangat nyata," kata dia.


Igor Koralnik, kepala penyakit infeksi-saraf di Northwestern Medicine, menemukan sekitar setengah dari pasien Covid-19 yang dirawat di RS memiliki komplikasi neurologis, seperti pusing, penurunan kewaspadaan, sulit berkonsentrasi, gangguan bau dan rasa, kejang, stroke, dan nyeri otot.


Koralnik, yang temuannya diterbitkan dalam Annals of Neurology, telah memulai klinik rawat jalan untuk pasien Covid-19 untuk mempelajari apakah masalah neurologis ini bersifat sementara atau permanen.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading