WHO & Bill Gates Ungkap Kabar Pembuatan Vaksin Corona, Simak!

Tech - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
28 June 2020 18:00
FILE - In this May 25, 2020, file photo, a lab technician extracts a portion of a COVID-19 vaccine candidate during testing at the Chula Vaccine Research Center, run by Chulalongkorn University in Bangkok, Thailand. As the race for a vaccine against the new coronavirus intensifies, many rich countries are rushing to the front of the line by placing advance orders for the inevitably limited supply to guarantee their citizens are immunized first.  (AP Photo/Sakchai Lalit, File)

Jakarta, CNBC IndonesiaOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kabar terkini perihal pembuatan vaksin Covid-19. Menurut Chief Scientist WHO Soumya Swaminathan, ada dua perusahaan yang berada dalam posisi terdepan terkait hal itu, yaitu AstraZeneca (Inggris) dan Moderna (Amerika Serikat).

"Tentu saja dalam hal seberapa maju (vaksin), tahap di mana mereka berada, mereka jadi kandidat utama. Jadi mungkin saja mereka (AstraZeneca dan Moderna) akan mendapatkan hasil yang cukup awal," kata Swaminathan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (28/6/2020).

"Kami tahu bahwa vaksin Moderna juga akan masuk ke uji klinis fase tiga, mungkin mulai pertengahan Juli, dan agar calon vaksin tidak jauh di belakang. Tapi saya pikir AstraZeneca tentu memiliki cakupan yang lebih global saat ini dalam hal di mana mereka melakukan dan merencanakan uji coba vaksin mereka," lanjutnya.

Swaminathan juga mengungkapkan WHO sedang dalam pembicaraan dengan beberapa produsen Cina, termasuk Sinovac (SVA.O), terkait potensi pembuatan vaksin Covid-19. Ia pun berujar tengah mengkaji vaksin dengan peneliti India.

Sebelumnya, AstraZeneca berencana memproduksi 2 miliar dosis vaksin virus corona baru penyebab Covid-19. Ini termasuk 400 juta untuk AS dan Inggris, serta 1 miliar untuk masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah.



Sebelumnya, pendiri Microsoft Bill Gates mengungkapkan vaksin Covid-19 akan ditemukan pada akhir tahun ini atau awal 2021. Ini selaras dengan prediksi penasihat Presiden Donald Trump Anthony Fauci.

Pada Februari 2020, Bill Gates melalui yayasan nirlaba Bill & Malinda Gates menjanjikan dana hingga US$100 miliar untuk membantu pengendalian virus corona baru pebyebab Covid-19 di dunia. Dana tersebut bisa digunakan untuk membantu menemukan vaksin, membatasi penyebaran dan meningkatkan deteksi dan perawatan pasien.

"Jika itu adalah vaksin yang hebat, termasuk bisa memblokir penularannya, 70-80% orang akan menggunakan vaksin tersebut," ujar Bill Gates kepada CNN International, seperti dikutip Jumat (26/6/2020).

Bill Gates mengungkapkan selain menemukan vaksin, masalah lain yang harus carikan solusinya adalah distribusi, memastikan semua orang dapat mengakses vaksin Covid-19.

Sebelumnya, Bill Gates mengaku sedih melihat penanganan virus corona Covid-19 di dunia. Ia menyebut penanganan pandemi di dunia dan AS 'lebih suram' dari yang diharapkan.

Bill Gates pun mencontohkan apa yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Menurut dia, masih banyaknya orang sekarat karena Covid-19 hari ini di AS menunjukkan tindakan pemerintah masih jauh dari cukup untuk memerangi pandemi.

"Sangat mungkin untuk meningkatkan tes [Covid-19] untuk patogen (penyakit) baru dengan sangat, sangat cepat. Sebenarnya sejumlah negara melakukan hal ini dengan sangat baik dan teknologinya terus membaik di sana. AS khususnya belum memiliki pesan kepemimpinan atau koordinasi yang Anda harapkan," kata Bill Gates.


Saksikan video terkait di bawah ini:

Penting! Panduan Baru WHO karena Covid Menular di Udara


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading