Internasional

Studi Sebut Kombinasi Obat Ini Manjur Sembuhkan Pasien Corona

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
12 May 2020 11:03
Infografis: Hampir 100 Ribu Kasus, Adakah Vaksin Obat Corona?
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sebuah studi yang dilakukan pada awal munculnya pandemi, obat antimalaria hydroxychloroquine (hidroklorokuin) menunjukkan hasil yang beragam terhadap virus corona (COVID-19).

Namun, dalam penelitian oleh NYU Grossman School of Medicine yang diposting di situs cetakan medis pada Senin (11/5/2020), studi terbaru menyarankan menggabungkan hydroxychloroquine dengan suplemen makanan seng sulfat untuk menciptakan pengobatan yang lebih efektif terhadap penyakit COVID-19.

Dalam penelitian tersebut, ada rekaman sekitar 900 pasien COVID-19 yang ditinjau dan dianalisis. Setengah dari jumlah pasien tersebut diberikan dosis sekitar setengah seng sulfat bersama dengan hydroxychloroquine dan antibiotik azithromycin.


Efeknya ternyata lebih baik. Terutama jika dibandingkan dengan setengah pasien lainnya yang hanya mengkonsumsi hydroxychloroquine dan azithromycin.

Mereka yang menerima kombinasi tiga obat memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar untuk pulih dan 44% lebih kecil untuk meninggal. Namun, itu tidak mengubah rata-rata waktu yang dihabiskan pasien di rumah sakit (sekitar enam hari), waktu yang mereka habiskan untuk ventilator (lima hari), atau total jumlah oksigen yang dibutuhkan.

Peneliti senior dan spesialis penyakit menular Joseph Rahimian mengatakan kepada AFP bahwa ini adalah studi pertama yang membandingkan kedua kombinasi tersebut. Tetapi dia mengingatkan bahwa percobaan terkontrol akan diperlukan untuk membuktikan manfaatnya kombinasi obat tersebut.

"Langkah logis berikutnya adalah melakukan penelitian prospektif untuk melihat apakah ini berlaku pada orang yang Anda beri seng, dan kemudian Anda menonton dan membandingkan," katanya. Sayangnya laporan yang diposting di situs cetakan medis tersebut belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Hydroxychloroquine sebelumnya diusulkan sebagai pengobatan terhadap virus SARS-CoV-2 karena memiliki sifat antivirus yang terbukti dalam pengaturan laboratorium. Namun belum terbukti khasiatnya pada manusia.

Obat ini mengganggu kemampuan virus untuk memasuki sel tubuh. Dan, tampaknya juga menghalangi mereka untuk bereplikasi begitu virus sudah masuk di dalam tubuh.

Seng sendiri memiliki sifat antivirus. Dalam sebuah penelitian memperlihatkan jika seng dapat membantu orang menderita pilek.

Rahimian mengatakan bahwa mungkin ketika digunakan untuk mengobati pasien COVID-19, suplemen makanan seng sulfat lah yang melakukan pengangkatan berat dan merupakan zat utama yang menyerang patogen.

Hydroxychloroquine, di sisi lain, bertindak sebagai agen yang mengangkut seng ke dalam sel, meningkatkan efisiensi dan kemanjuran obatnya.

[Gambas:Video CNBC]



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading