Deretan Obat Rekomendasi WHO untuk Lawan Covid

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 July 2021 16:02
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (6/7/2021) merekomendasikan penggunaan obat Actemra buatan perusahaan farmasi Roche dan Kevzara dari Sanofi sebagai obat untuk pasien Covid-19.

Rekomendasi itu bukan tanpa alasan. Hal ini didasari dari data yang menyebut bahwa kedua obat ini mampu untuk "mengurangi risiko kematian dan kebutuhan akan ventilasi mekanis". Hasil ini didapatkan dari penelitian yang melibatkan 10.930 pasien.


Nyatanya sebelum menyarankan penggunaan dua obat ini, WHO juga pernah menyarankan penggunaan beberapa obat untuk merawat pasien Covid-19. Berikut adalah obat-obatan yang sebelumnya diusulkan Badan PBB itu untuk menangani Covid :

1. Obat kortikosteroid

Obat kortikosteroid merupakan salah satu obat yang dianjurkan WHO untuk dipakai dalam menangani pasien Covid. Salah satu obat kortikosteroid adalah deksametason yang saat ini sangat mudah diperoleh di apotek.

Obat ini dinyatakan sebagai obat yang cukup mujarab setelah WHO menemukan bahwa kortikosteroid mampu mengurangi gejala-gejala parah karena efek infeksi Covid-19. Secara rinci, dalam uji klinis juga disebutkan bahwa deksametason mampu mengurangi resiko kematian.

"Kami merekomendasikan kortikosteroid untuk pengobatan pasien dengan Covid-19 yang parah dan kritis," tulis rilis resmi WHO mengenai obat itu.

2. Obat antikoagulan

Selain kortikosteroid, WHO juga menyarankan penggunaan obat antikoagulan dalam dosis rendah. Obat ini berfungsi untuk mencegah pembekuan darah.

WHO menyebut bahwa saran ini diperoleh setelah mereka melakukan serangkaian uji klinik kepada pasien pengidap Covid-19 yang memiliki gejala cukup berat.

"Untuk pasien rawat inap, WHO menyarankan penggunaan antikoagulan dosis rendah untuk mencegah pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah," tulis lembaga itu dalam sebuah pernyataan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wajib Baca! Ahli Sebut Ini Tanda-tanda Terkena Long Covid


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading