Antisipasi Corona di AS, Trump Suruh FBI Borong Masker Rp70 M

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
21 February 2020 16:45
Pemerintah AS sudah antisipasi pandemi corona, meminta FBI borong masker dan pembersih tangan
Jakarta, CNBC Indonesia - FBI diketahui telah memesan masker dan pembersih tangan (hand sanitizer) sebanyak US$ 40.000 atau Rp 70 miliar.

Pembelian tersebut diketahui dari dokumen yang bocor, FBI diminta pemerintahan Donald Trump untuk mengantisipasi mewabahnya corona virus atau COVID-19 di Amerika Serikat. Alat-alat yang dibeli FBI termasuk masker wajah dari pabrik 3M dan desinfektan, termasuk pembersih tangan, dari PDI Healthcare.

Dalam pesanan pembeliannya, FBI mengatakan perlu memiliki barang-barang itu di tangan jika coronavirus, atau COVID-19, menyebar secara luas ke seluruh AS. 



Pada bulan lalu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa penyebaran virus itu telah keadaan darurat, meski belum masuk kategori global. 

Masker dan desinfektan harus disimpan untuk didistribusikan jika terjadi pandemi. Dokumen itu mengatakan, persediaan tersebut untuk persediaan strategis FBI untuk antisipasi pandemi.

[Gambas:Video CNBC]



FBI mengatakan pembersih tangan PDI dan tisu diperlukan karena mereka dapat membunuh 54 mikroorganisme yang berbeda dalam 1 menit sehingga desinfektan ini memiliki kecepatan dan kekuatan yang mumpuni. Agensi membenarkan pemberian kontrak kepada PDI tanpa proses lelang untuk efektivitas waktu. Lagipula, PDI dikenal sebagai produsen nomor wahid soal alat medis yang dimaksud.

Nilai US$ 40.000 tersebut hanya sebagian kecil kontrak yang diteken oleh FBI untuk antisipasi corona. Diduga, banyak kontrak lain diteken untuk menggambarkan seriusnya AS antisipasi wabah ini.




"FBI telah secara aktif memantau wabah virus corona di Asia dan mengambil langkah-langkah pencegahan dengan membeli barang-barang ini sekarang. Mereka melakukan pembelian langsung dari produsen 3M dan PDI daripada melalui pengecer karena urgensi permintaan ini," tulis dokumen itu, mengutip CNBC Internasional. 

Saat ini telah ada 15 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di AS, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Pasokan tersebut harus dikirim pada hari Jumat, menurut dokumen tersebut.  Meski begitu, seorang juru bicara untuk FBI belum bersedia untuk mengomentari kontrak atau kesiapan agen untuk wabah di A.S.

Begitu juga perwakilan dari 3M dan PDI Healthcare , belum bersedia berkomentar.



(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading